magista scarpe da calcio Penjabat Nyabu, Polisi Belum Bisa Ungkap Jaringannya


Penjabat Nyabu, Polisi Belum Bisa Ungkap Jaringannya

 
NGANJUK - Sepuluh hari pascapenangkapan Kabag Sumber Daya Alam Sekretariat Pemkab Nganjuk Suhariyono dan Kabid Penindakan Satpol PP Suprapto dalam kasus pesta sabu-sabu (SS), agaknya polisi masih kesulitan mengungkap identitas pengedar yang menyuplai barang haram kepada keduanya. Hingga kemarin, sang pengedar asal Jombang itu belum kunjung bisa ditangkap. 
Kasatreskoba Polres Nganjuk AKP Sumadi yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelacakan usai mendapat informasi tentang identitas pengedar SS dari Suhariyono. “Hasilnya nihil karena alamatnya di Jombang juga tidak jelas,” kata Sumadi
Ditanya tentang hasil asesmen yang sebelumnya dilakukan di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk pada Kamis (20/7) lalu, Sumadi mengatakan, pihaknya juga belum menerima hasil asesmen. “Hasil asesmennya belum kami terima,” lanjut Sumadi sembari menyebut dirinya belum bisa merilis hasil secara rinci.
Karenanya, Sumadi mengaku tidak bisa berandai-andai terkait hasilnya. Yaitu, apakah dua tersangka akan mendapat rekomendasi untuk direhabilitasi atau diteruskan kasus pidananya. Pun, opsi jika hanya salah satu tersangka yang direkomendasi untuk direhabilitasi.
Untuk diketahui, meski hasil rekomendasi asesmen dari BNNK Nganjuk belum keluar, tetapi Suhariyono dipastikan akan berurusan dengan hukum. Sebab, selain tersangkut kasus penggunaan SS, dia juga menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung KPU Nganjuk.
Terkait kasus Suhariyono yang oleh penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Nganjuk sudah dilimpahkan ke kejaksaan minggu lalu, Sumadi mengatakan, pihaknya akan kooperatif dalam prosesnya. Termasuk jika sewaktu-waktu Suhariyono dipanggil untuk menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Surabaya.
Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Gatot Setyo Budi mengatakan, meski Suhariyono tengah menjalani penahanan untuk kasus narkoba, penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung KPU yang tinggal menunggu persidangan tidak akan terhambat. Bahkan, menurut Gatot dua kasus itu bisa saja sidang secara bersamaan. “Kalau di Satnarkoba masih diperiksa, nanti kita bisa bon untuk menghadirkannya ke persidangan,” kata Gatot.
Jika Suhariyono menjalani penahanan di Polres Nganjuk, tiga tersangka lain untuk kasus korupsi pembangunan gedung KPU Nganjuk harus mendekam di Lapas Nganjuk. Mereka adalah Siti Khodijah, 53 dan Nurhadi, 54, keduanya asal Mojokerto. Kemudian, Sujoko, 61, asal Surabaya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk Asis Widarto yang dikonfirmasi tentang tindak lanjut kasus korupsi yang sempat mandek lama itu mengatakan, pihaknya akan menyidangkannya dalam waktu dekat. “Semua sudah lengkap. Dalam minggu ini kasusnya sudah bisa disidangkan,” kata Asis.
Meski Suhariyono menjadi tahanan kasus narkoba, menurut Asis dia tetap bisa dihadirkan saat persidangan. Kejaksaan, lanjut Asis, akan berkoordinasi dengan Polres Nganjuk untuk proses hukum lanjutannya.(rk/rq/die/JPR/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top