Catut Nama PLN, Penipu Gentayangan

 
MALANG – Penipuan berkedok petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai meresahkan masyarakat. PLN Area Malang mengantisipasi terjadinya peristiwa kejahatan yang mencatut nama PLN, dengan mengumumkan tentang adanya modus baru penipuan. Humas PLN Area Malang, Priyanto menyebut, saat ini sudah muncul petugas dengan surat tugas aspal, yang seakan-akan datang sebagai petugas PLN, tapi menjual peralatan listrik.
“Demi menghindari penipuan yang mengatasnamakan PLN, masyarakat dan pelanggan diimbau agar selalu waspada apabila ada orang datang mengaku PLN. Perlu diperhatikan petugas PLN tidak menjual kotak pelindung meter, peralatan penghemat listrik atau peralatan listrik apapun,” kata Priyanto kepada Malang Post, kemarin.
Priyanto membeberkan, surat tugas tersebut, berwarna biru, dilengkapi dengan kop surat dan dilaminating. Surat tersebut, mencantumkan SK Menteri serta nomor kop surat tugas. Dalam surat tugas aspal ini, ada nama pria bernama Dirman, dengan posisi sebagai petugas survey plus Nomor Induk Pegawai.
Dalam perihal tugasnya, surat tersebut menyatakan Dirman melakukan survey, serta membagikan paket subsidi untuk 15 warga. Dalam surat tersebut, harga resmi pemasangan alat listrik Rp 850 ribu, dan ditambah asuransi garansi Rp 450 ribu. Totalnya, warga harus membayar Rp 1,3 juta.
Tapi, petugas aspal tersebut, merayu pelanggan dan meminta Rp 450 ribu saja, karena mereka terpilih dan tak perlu bayar harga resmi Rp 850 ribu. Dalam surat tersebut, paket subsidi diberikan asalkan tidak bermasalah dalam pembayaran tagihan listrik selama tiga bulan terakhir. 
Priyanto menegaskan, surat tersebut adalah palsu, dan petugasnya adalah penipu yang mencatut nama PLN.
“Kami tak pernah tawarkan jasa layanan pasang baru, tambah daya atau pembayaran tagihan rekening listrik lewat transaksi bayar langsung di rumah pelanggan. Kami juga gak pernah menawarkan jasa pemberian paket subsidi pelanggan. Data subsidi, terdaftar di Kemensos,” sambungnya.(fin/jon) 
 

Berita Lainnya :

loading...