Adik Eksekutor, Kakak Penadah

 
MALANG – Kakak beradik warga Jalan Blambangan, Kelurahan/Kecamatan Dampit ini, sungguh kompak. Yakni Nurul Huda, 19 serta adiknya berinisial CA, 16. Sejak kemarin, mereka sama-sama meringkuk di balik rutan Mapolsek Dampit, karena kasus pencurian. Adiknya sebagai eksekutor, sedangkan kakaknya sebagai penadah. Mereka ditangkap bersamaan di rumahnya. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan beberapa pakaian dari mereka berdua. 
“Pakaian tersebut sebagai barang bukti pengganti. Karena semua HP yang dicuri telah dijual dan dibelikan pakaian,” Jelas Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mashudi.
Diperoleh keterangan, aksi pencurian terjadi pada 7 September lalu. Saat kejdian, korban serta keluarganya sedang terlelap tidur. Tersangka CA yang memang berniat mencuri, masuk ke dalam rumah dengan menaiki tiang listrik.
Kemudian CA, turun di lantai tiga rumah korban. Kebetulan pintunya tidak terkunci, sehingga tersangka bisa masuk dengan leluasa. Selanjutnya, CA turun ke lantai satu untuk menuju konter HP. Di tempat ini ia mengambil tujuh buah HP, yang selanjutnya kabur lewat jalan semula.
HP hasil curian tersebut, oleh CA sebagian dijual sendiri, sedangkan lainnya diberikan kepada kakak kandungnya Nurul Huda, untuka dijual. 
“Sementara untuk barang bukti lainnya seperti HP, masih kami selidiki,” tutur mantan KBO Reskrim Polres Malang tersebut.
Sementara itu, penangkapan keduanya ini berdasarkan laporan korban ke polisi. Petugas yang mendapat laporan segera menindaklanjuti. 
“Dari rekaman CCTV yang kami dapat di lokasi, akhirnya kami mendapat petunuk pelakuny adalah CA. Setelah kami kembangkan, kakaknya juga ikut kami amankan,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, CA mengatakan kalau dia mencuri karena butuh uang. Saat mencuri, ia hanya seorang diri dan tidak dibantu siapapun. Kakaknya hanya diminta untuk membantu menjualkan HP hasil curian saja.(agp/jon)

Berita Lainnya :