Preman Kampung Dikurung

 
MALANG – Di kampungnya di Dusun Lowokjati, Desa Baturetno, Singosari, Suwandi, 29 tahun, sering meresahkan warga. Ia dikenal sebagai ‘ulat’ di kampungnya karena sering mencuri uang milik tetangganya. Kemarin, ia ditangkap Unit Reskrim Polsek Singosari, karena kasus pencurian. “Tersangka kami tangkap di rumahnya setelah ada petunjuk bahwa dia pelakunya. Barang bukti yang kami amankan, adalah sebuah obeng serta uang tunai sebesar Rp 744 ribu,” ungkap Panitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono.
Menurutnya, Suwandi ditangkap karena kasus pencurian di rumah H Muhajir, warga Dusun Nampes, Desa Baturetno, Singosari pada 13 September lalu. Ia beraksi sendirian pada tengah malam. Saat kejadian, korban dan keluarganya sedang terlelap tidur.
Modus operandi yang dilakukan tersangka ini, adalah dengan mencongkel pintu belakang menggunakan sebuah obeng. Setelah berhasil masuk, tersangka lalu menuju ke ruang tengah. Ia membuka lemari dan mengambil uang sebesar Rp 744 ribu.
Setelah mendapatkan uang, Suwandi berniat mengincar barang berharga lainnya. Namun belum sempat mencuri yang lain, aksinya ketahuan oleh anak korban. Karena takut, Suwandi lantas kabur lewat jalan semula.
Anak korban, lantas membangunkan orangtuanya. Selanjutnya melaporkan aksi pencurian tersebut ke petugas Polsek Singosari. Berdasarkan laporan tersebut, polisi lalu menyelidiki dan berhasil menangkap tersangka Suwandi.
“Anak korban yang memergoki, mengenal jelas dengan wajah tersangka. Dari situlah akhirnya kami mendalami kasusnya. Begitu ada barang bukti kuat, tersangka langsung kami tangkap,” jelas mantan KBO Reskrim Polres Malang, sembari mengatakan bahwa dia sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Dari hasil pengembangan, tersangka Suwandi ternyata tidak hanya sekali saja mencuri. Terhitung sudah tujuh kali beraksi mencuri. Sasarannya adalah semua rumah tetangganya.
Diantaranya, pada Juli 2017, mencuri uang Rp 950 ribu di rumah Miftahul. Lalu, 2 Agustus lalu mencuri uang Rp 2,5 juta di rumah Sugeng. Kemudian 6 Agustus, mencuri uang Rp 1,5 juta di rumah Hambali.
Selanjutnya, 10 Agustus mencuri uang Rp 140 ribu di rumah Anas. 15 Agustus mencuri uang Rp 100 ribu di rumah Ma’at, serta 20 Agustus mencuri beberapa barang berharga di rumah Rifai.
“Saya mencuri sendirian. Uangnya habis untuk beli makan dan rokok,” kata tersangka Suwandi.(agp/jon)

Berita Lainnya :