Sembilan Kali Curi Kotak Amal, Dimassa

 
MALANG – Warga mulai geram terhadap aksi pencurian kotak amal di masjid. Pasalnya, pencurian di dalam tempat ibadah ini tidak hanya sekali terjadi. Sebelumnya pencurian kotak amal juga terjadi di Pakis, Sumberpucung, kini giliran di wilayah hokum Polsek Singosari. Tak heran jika warga geram dengan pelaku maling kotak amal.
Tersangkanya adalah Mustakim, 29, warga Dusun Boro, Desa/Kecamatan Jabung. Ia dibekuk sesaat setelah mencuri uang dalam kotak amal di Musala An-Nur, Jalan Perusahaan, Desa Tunjungtirto, Singosari.
Bahkan sebelum diserahkan ke polisi, Mustakim sempat menjadi bulan-bulanan warga. Sebagai barang buktinya, polisi mengamankan sebuah obeng untuk mencongkel, uang tunai sebesar Rp 225 ribu, serta sepeda motor Suzuki Smash W 3266 SO, yang menjadi sarana beraksi.
“Tersangka Mustakim ini, merupakan spesialis kotak amal. Aksinya sudah dilakukan sembilan kali. Selain wilayah Kecamatan Singosari, juga pernah beraksi di Kota Malang,” terang Panitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono.
Sebelum beraksi mencuri, dengan menggunakan sepeda motor tersangka keliling mencari sasaran musala ataupun masjid yang bisa digarong. Setelah mendapatkan incaran, tersangka lalu mendekat. Agar tidak dicurigai oleh warga, tersangka berpura-pura menumpang salat.
Setelah mengawasi kondisi sekitar sepi dan tidak ada yang mengawasi, tersangka lantas beraksi. Berbekal sebuah obeng yang dibawanya, ia mencongkel gembok kotak amal. Begitu terbuka, tersangka lantas mengambil uangnya, kemudian buru-buru kabur.
Dari delapan aksi pencurian sebelumnya, semuanya berjalan mulus. Namun tidak demikian ketika beraksi di Musala An-Nur, Desa Tunjungtirto, Singosari. Belum sempat kabur, aksinya dipergoki oleh warga yang kemudian menangkap dan menghakiminya beramai-ramai.
“Selain menggunakan obeng, kadang tersangka menggunakan lem yang dioleskan pada sapu lidi. Kemudian dimasukkan ke dalam lubang, untuk mengambil uang dalam kotak amal,” jelasnya.
Sementara, beberapa tempat yang menjadi sasaran pencurian Mustakim ini adalah, masjid di wilayah Kecamatan Turen, Pagelaran, Gondanglegi, Pakisaji, Singosari serta Masjid di wilayah Gadang, Kota Malang.“Uangnya habis untuk makan-makan,” tutur tersangka Mustakim.(agp/jon)

Berita Lainnya :