Siap Turunkan K-9

 
MALANG – Teror anjing pengisap darah di Kota Malang, mendapat respon cepat dari Polres Makota. Setelah ternak warga Tunggulwulung, jadi korban, Unit K-9 siap turun membantu masyarakat setempat. Karena, teror anjing pembunuh dan pemakan domba-domba ternak masyarakat, belum berhenti. 
Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni menegaskan Kepala Unit K-9, Aiptu Imam Muhson Ridho, siap turun ke lapangan, untuk koordinasi dengan pemerintah desa dan warga.
“Secepatnya, Unit K-9 mengajak perangkat desa mulai dari RT, RW dan Kepala Kelurahan, agar segera koordinasi dengan Polres. Nanti akan dibantu Kanit K-9 untuk menangkap anjing yang meresahkan masyarakat,” kata Heni kepada wartawan, di Polres Makota, kemarin.
Polres Makota siap membantu warga untuk menyelesaikan kasus pembantaian domba di Ketangi Karangploso, karena sudah menjalar ke wilayah Kota Malang. 
Heni mengharap, perangkat desa, bisa segera berkoordinasi secara intensif dengan Polres Makota.
“Kami harap perangkat desa yang ternak warganya jadi sasaran pembantaian, segera berkoordinasi dengan Polres Makota. Unit K-9 siap memberi pelayanan kepada masyarakat, sehingga anjing ini tidak membuat khawatir peternak domba ataupun hewan lain,” sambung Heni.
Kasus pembantaian domba berawal dari matinya 17 hewan ternak milik kepala dusun Ketangi, M Effendi. Setelah itu, pembantaian terus berlanjut ke area lain di dusun Ketangi serta membuat masyarakat panik. Jaga malam dan ronda pun dijalankan demi mengamankan ternak-ternak dari pembantaian hewan.
Karena penjagaan ketat, hewan tersebut lari dari daerah Ketangi, dan menyasar Kota Malang. Sunari, 57 tahun, warga Puri Dewata kav 10 Jalan Akordion, jadi korban. Tiga dombanya mati. Baru-baru ini, ayam-ayamnya juga disantap habis oleh mahkluk tersebut. Sehingga, dia terpaksa menjual hewan ternak yang tersisa, agar tidak ikut dibantai.
Kala itu, warga mengkait-kaitkan hewan ini dengan klenik, bahwa ada mahkluk jadi-jadian yang menyantap darah para domba. Tapi, belakangan warga Jalan Bilira, Setyo Hadi Purnomo, 37 tahun, memergoki aksi hewan tersebut.
Terungkap, bahwa binatang yang selama ini dianggap jadi-jadian, adalah anjing berukuran besar berwarna hitam, yang bergerak sendiri. Terakhir, anjing misterius beraksi di kawasan Perumahan Green Orchid.
“Minta doanya, semoga tugas Kanit K-9 sukses, menjaga kamtibmas di Kota Malang dan Malang Raya. Karena, nanti malam (semalam) Kanit K-9 sudah mulai silaturahmi ke Lowokwaru,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :