magista scarpe da calcio Dua Anjing Misterius Tikam 14 Domba


Dua Anjing Misterius Tikam 14 Domba


MALANG – Teror pembantaian domba masih terus berlanjut dan kini merembet ke wilayah padat penduduk. Tidak tanggung-tanggung, 14 domba di Perumahan Green Orchid, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang yang jadi sasaran, (18/9), kemarin. 
Akibat serangan anjing misterius itu, domba milik Bonawi, 50 tahun, warga Mojolangu, enam ekor tewas, tiga dalam kondisi kritis dan lima lainnya luka-luka. 
Sebenarnya, Bonawi sudah mengantisipasi 35 domba miliknya agar tidak diserang hewan misterius itu. Yakni mengecat bulu dombanya dengan Pylox warna merah.
“Ya, ada mitos katanya kalau dicat merah bakal aman dari serangan itu dan saya juga melihat saran dari teman-teman facebook pada kolom komentar dalam kasus pembantaian kambing,” ungkap Arif Wicaksono, 21 tahun,  anak kandung Bonawi. 
Meski sudah dicat, ternyata dombanya masih tetap menjadi mangsa anjing misterius. Ia baru mengetahui dombanya mati pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB.
“Begitu saya ke sini, dua ekor domba sudah tergeletak di luar kandang,” kenang Arif kepada Malang Post. 
Setelah mengetahui dua ekor mati, Arif lalu mengecek ke dalam kandang dan menemukan empat ekor lainnya tewas dan beberapa ekor lain luka-luka. Melihat hal ini, Arif berinisiatif memutari kandang dan melihat keadaan sekitar. 
Ia sempat melihat dua anjing yang diduga sebagai pembunuh domba yang sangat mengemparkan warga itu. Satu ukuran besar berbulu hitam legam dan satunya memiliki tubuh lebih kecil serta berbulu hitam dengan moncong dan perut berwarna coklat.
Mengetahui anjing mencurigakan itu, Bonawi dan Arif Wicaksono mengejarnya dengan melempari dengan batu. Namun anjing itu lolos dari kejaran mereka.
“Anjingnya bentuknya mirip anjing punya polisi, satunya mirip serigala,” kata Bonawi.
“Kalau saya lihat dari internet dan teman-teman yang memiliki anjing, yang berwarna hitam dan besar itu adalah anjing luar negeri.  Berdasarkan sepengetahuan saya jenis anjing hitam yang mirip serigala antara jenis Siberian Husky dan Alaskan Malamut. Karena hanya dua jenis anjing itu yang mirip serigala,” imbuh Arif. 
Sedangkan untuk jenis anjing yang berbulu hitam coklat tersebut menurut Arif jenis anjing doberman. Bonawi mengungkapkan bahwa anjing yang berukuran kecil mengenakan kalung dan rantai pendek sekitar 20 sentimeter.
“Awalnya yang mengejar cuma saya dan ayah saya,” tandas Arif. 
Beberapa warga ikut mengejar keberadaan anjing itu. Sedangkan berdasarkan pengakuan petugas sekuriti perumahan Green Orchid, Yahya Kurniawan mengungkapakan anjing itu berlari dengan sangat cepat. 
“Bahkan dikejar dengan motorpun percuma, jelas itu anjing yang terlatih dan yang lebih membuat saya heran yaitu keduanya meloloskan dengan cara memanjat tembok beton setinggi dua meter kemudian melompat ke area persawahan. Sedangkan saya belum pernah tahu anjing memiliki kuku untuk memanjat,” ungkapnya kepada Malang Post.
Sementara itu warga Kelurahan Tunggulwulung dan Tegalgondo memutuskan untuk mengumpulkan semua kambingnya di lapangan di belakang Kampus UMM. Setelah kambing terkumpul, sebagian warga menjaga kambing di lapangan sedangkan warga melakukan perburuan. 
“Antara sedih dan geram jika saya melihat banyaknya warga yang juga merasa terancam dengan kasus pembantaian domba ini. Namun sisi positifnya kami bisa saling mengenal, menambah kekerabatan dan keakraban,” papar Kepala Dusun Ketangi Muhammad Efendi  yang juga korban pertama pembantaian.
Tepat pukul 01.00 warga yang ronda mengelilingi kampung sempat melihat sekelebat hewan yang berlari. Melihat benda mencurigakan ini, dengan sigap warga mengejarnya. Namun kecepatan  anjing pembantai tersebut jauh diatas kecepatan manusia normal.
“Saya melihat hewan itu lari kearah Jalan Arimbi” ungkap Wahyu malam itu. 
Ia juga menjelaskan bahwa sekelebat hewan itu lari ke arah utara hingga ke area persawahan. Hingga akhirnya perburan malam itu tidak membuahkan hasil dan warga kembali ke rumahnya masing-masing menjelang adzan subuh.(mg1/jon)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang