KPK RI Dikawal Barracuda


BATU - KPK RI menggeledah dan melakukan penyitaan di empat lokasi berbeda di Kota Batu dan Kota Malang, Senin (18/9) kemarin. Di Kota Batu, tim KPK menyita mobil Alphard nopol 507 dan duit senilai 10 ribu USD dalam pecahan 100 USD. Khusus untuk penggeledahan di Balai Kota Among Tani, tim KPK dikawal Barracuda, beberapa regu pasukan Brimob bersenjata, dibantu satu peleton petugas Polres Batu.
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan tiga tempat terpisah di Kota Batu, kemarin (18/9) sekitar pukul 11.30. Mereka dibagi dalam tiga tim, empat kendaraan Kijang Innova warna hitam yang digunakan petugas KPK masuk ke dalam Balai Kota Batu, 5 Kijang Innova warna hitam masuk ke Rumah Dinas Wali Kota Batu dan tiga mobil Kijang Innova warna hitam masuk ke hotel Amarta Hills (kantor Filipus Djap).
Dalam waktu bersamaan, rombongan ini masuk ke Balai Kota Among Tani, di Jl PB Sudirman 507, Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jl PB Sudirman 98 dan Hotel Amarta Hills, di Kelurahan Ngaglik.
Kedatangan mereka tentu saja mengejutkan para ASN, petugas KPK yang semuanya menggunakan penutup wajah tanpa rompi ini berjalan cepat menuju ke lantai 4, ruangan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso dan lantai 5 ruangan kerja Eddy Rumpoko.
Kedatangan tim KPK ke ruangan Wakil Wali Kota ini untuk menyerahkan surat tugas penggeledahan dari KPK. "Kita sudah terima surat tugas dari KPK, ada dua obyek pemerintahan yang akan digeledah, sesuai dengan surat tugas itu, yakni Balai Kota Among Tani dan Rumah Dinas Wali Kota," ujar Punjul.
Punjul sempat naik ke lantai 5 untuk mengantarkan Christian komandan tim dan menyapa tim KPK. Punjul mendelegasikan kepada Chairul Syarif Tartilla, Asisten Bidang Administrasi Umum untuk mendampingi tim KPK saat melakukan penggeledahan.
Begitu Punjul kembali ke tempat kerjanya, para anggota tim KPK menggunakan rompi dan melakukan penyelidikan di ruang kerja wali kota. Petugas memeriksa komputer Sekpri, memeriksa beberapa dokumen di ruang kerja ini, juga memeriksa ruang CCTV.
Sementara satu tim lainnya turun menuju ke ruangan Unit Layanan Pengadaan (ULP) ruang kerja Edi Setiawan. Di tempat ini, petugas membawa setumpuk berkas-berkas dan sebuah komputer yang ada di ruangan Edi Setiawan.
Selama beberapa jam, petugas melakukan penggeledahan. Selama penggeledahan, polisi menjaga ketat block office.Mereka mempersilahkan ASN yang menggunakan seragam Korpri dan masyarakat untuk masuk ke Balai Kota Among Tani, namun melarang wartawan masuk.
Sementara itu, di Rumah Dinas Wali Kota, tim KPK juga memeriksa rumah dinas. Wartawan pun tidak bisa masuk ke halaman rumah dinas. Penggeledahan di rumah dinas ini kelar pukul 15.26. Petugas membawa berbagai barang bukti yang ditempatkan pada dua Kijang Inova.
Sementara penggeledahan di Balai Kota Among Tani selesai tepat saat jamaah di Masjid Brigjend Soegiyono sedang menjalankan Salat Maghrib. Hal ini sama dengan waktu selesai penggeledahan di Amarta Hills.
Bahkan tim KPK dari Amarta Hills datang ke Balai Kota Among Tani, dan secara berkonvoi tujuh mobil Kijang Inova dikawal ketat oleh Brimob meninggalkan Balai Kota Among Tani sekitar pukul 18.15. Saat itu, petugas membawa empat koper yang diduga berisi dokumen dan satu dus bekas air mineral. Tapi di punggung anggota tim juga membawa ransel yang terlihat penuh barang.
Ka Biro Humas KPK Febri Diansah mengatakan dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita sebuah mobil Alphard nopol 507 dan uang USD 10.000 dalam pecahan USD 100 yang disita dari petugas keamanan di kediaman rumah dinas Wali Kota Batu.
Selain menggeledah tiga lokasi, tim juga melakukan penyitaan CCTV di Hotel Amarta Hills terkait dengan pemberian uang kepada Edi Setiawan. .(dan/fin/ary)

Berita Lainnya :