magista scarpe da calcio Tergelincir Oli, Tewas Dilindas Truk Pertamina


Tergelincir Oli, Tewas Dilindas Truk Pertamina


MALANG – Jalan protokol Letjen S Parman memakan nyawa. Pagi kemarin (18/9), pukul 09.15 WIB Muhammad Nauval 31 tahun warga Turirejo Lawang RT 01 RW 06 yang mengendarai Supra X 125 hitam nopol L 6076 GO, terlindas truk Pertamina tanpa muatan N 8122 UC. Sebelum disantap ban truk dengan berat ratusan kilogram, motor Nauval tergelincir cairan di jalan yang diduga oli.
Dari keterangan yang dihimpun, motor yang dikendarai Nauval melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi. Nauval bermaksud menyalip truk tangki Pertamina multi solar 24 kl dari sebelah kiri. Truk ini dikendarai oleh Endik Subagiono, 33 tahun, warga Pamotan Dampit.
Diduga kurang menguasai kendaraan dan terbatasnya lingkup wilayah jalan di lajur kiri, Nauval mengerem secara mendadak. Tapi, apes motornya melewati jalanan yang sudah tercecer oli. Nauval pun oleng. Motor yang dikendarainya jatuh ke kiri, sementara Nauval terpelanting ke sebelah kanan sehingga masuk ke dalam kolong truk. Dia terlindas ban belakang kedua sebelah kiri dan meninggal di tempat, karena luka yang cukup parah.  
Tak hanya Nauval saja yang terjatuh, pengendara motor di belakangnya juga ikut terjatuh karena terbentur motor yang dikendarai Nauval serta licinnya keadaan jalan bekas oli. Beruntung, dia tak mengalami luka dan selamat.
“Tadi memang ada mobil pikap yang mengeluarkan oli, mungkin karena itu motornya tergelincir. Soalnya memang tadi yang pakai motor kuning itu kencang sekali jalannya dan tiba-tiba jatuh lalu terlindas,” kata Sulastri, saksi mata, yang saat itu berada di lokasi kejadian. Saksi lain, mendengar suara retakan keras ketika tabrakan terjadi
“Entah suara motor, helm, atau tubuh yang terlindas. Namun yang pasti suara kress terdengar sangat jelas, lokasi tepatnya di depan toko JMG Variasi. Saya sampai berhenti makan dan membantu menghentikan kendaraan yang lewat agar proses evakuasi berjalan lancar,” ungkap Arif.
Kondisi jenazah Nauval setelah kecelakaan cukup mengenaskan. Kepala bagian belakangnya pecah. Tangan sebelah kiri patah, dan dada kanan remuk. Polisi yang olah TKP menemukan handphone milik Nauval, serta earphone yang masih menancap pada telinganya dengan suara musik yang keras.
Pihak kepolisian dan tim relawan, datang ke TKP sesaat setelah kejadian. Korban segera dievakuasi ke KM RSSA Malang. Sementara, barang bukti berupa truk tangki Pertamina dan sepeda motor diamankan di Unit Laka. Dikonfirmasi oleh Malang Post, petugas Unit Laka Polres Makota, Aiptu Teddy M  menyebut masih mencari penyebab utama terjadinya kecelakaan.
“Kami masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini, laporan yang masuk saat itu sekitar pukul 09.45 WIB. ” papar Aiptu Teddy M.
Menurut hasil yang telah diperoleh anggota, sebelumnya ada pikap jenis L300 bermuatan kayu yang diduga mengalami kebocoran oli pada mesinnya.
Oli tercecer sepanjang sekitar 200 meter sampai 300 meter, hingga akhirnya diduga kuat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Teddy menyebut, anggota Unit Laka masih melakukan penyelidikan serta mendalami keterangan dari para saksi. Polisi juga mengamankan sopir pikap yang diduga mengalami kebocoran oli.
“Pengemudi pengendara pikap tersebut berinisial SY warga Sukun Pisang Candi. Saat ini diamankan dan sedang dimintai keterangan oleh anggota. Untuk korban sudah dievakuasi ke KM RSSA untuk divisum serta menunggu kedatangan keluarganya,” pungkasnya.(mg1/han)
MALANG – Jalan protokol Letjen S Parman memakan nyawa. Pagi kemarin (18/9), pukul 09.15 WIB Muhammad Nauval 31 tahun warga Turirejo Lawang RT 01 RW 06 yang mengendarai Supra X 125 hitam nopol L 6076 GO, terlindas truk Pertamina tanpa muatan N 8122 UC. Sebelum disantap ban truk dengan berat ratusan kilogram, motor Nauval tergelincir cairan di jalan yang diduga oli.
Dari keterangan yang dihimpun, motor yang dikendarai Nauval melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi. Nauval bermaksud menyalip truk tangki Pertamina multi solar 24 kl dari sebelah kiri. Truk ini dikendarai oleh Endik Subagiono, 33 tahun, warga Pamotan Dampit.
Diduga kurang menguasai kendaraan dan terbatasnya lingkup wilayah jalan di lajur kiri, Nauval mengerem secara mendadak. Tapi, apes motornya melewati jalanan yang sudah tercecer oli. Nauval pun oleng. Motor yang dikendarainya jatuh ke kiri, sementara Nauval terpelanting ke sebelah kanan sehingga masuk ke dalam kolong truk. Dia terlindas ban belakang kedua sebelah kiri dan meninggal di tempat, karena luka yang cukup parah. 
Tak hanya Nauval saja yang terjatuh, pengendara motor di belakangnya juga ikut terjatuh karena terbentur motor yang dikendarai Nauval serta licinnya keadaan jalan bekas oli. Beruntung, dia tak mengalami luka dan selamat.
“Tadi memang ada mobil pikap yang mengeluarkan oli, mungkin karena itu motornya tergelincir. Soalnya memang tadi yang pakai motor kuning itu kencang sekali jalannya dan tiba-tiba jatuh lalu terlindas,” kata Sulastri, saksi mata, yang saat itu berada di lokasi kejadian. Saksi lain, mendengar suara retakan keras ketika tabrakan terjadi
“Entah suara motor, helm, atau tubuh yang terlindas. Namun yang pasti suara kress terdengar sangat jelas, lokasi tepatnya di depan toko JMG Variasi. Saya sampai berhenti makan dan membantu menghentikan kendaraan yang lewat agar proses evakuasi berjalan lancar,” ungkap Arif.
Kondisi jenazah Nauval setelah kecelakaan cukup mengenaskan. Kepala bagian belakangnya pecah. Tangan sebelah kiri patah, dan dada kanan remuk. Polisi yang olah TKP menemukan handphone milik Nauval, serta earphone yang masih menancap pada telinganya dengan suara musik yang keras.
Pihak kepolisian dan tim relawan, datang ke TKP sesaat setelah kejadian. Korban segera dievakuasi ke KM RSSA Malang. Sementara, barang bukti berupa truk tangki Pertamina dan sepeda motor diamankan di Unit Laka. Dikonfirmasi oleh Malang Post, petugas Unit Laka Polres Makota, Aiptu Teddy M  menyebut masih mencari penyebab utama terjadinya kecelakaan.
“Kami masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini, laporan yang masuk saat itu sekitar pukul 09.45 WIB. ” papar Aiptu Teddy M.
Menurut hasil yang telah diperoleh anggota, sebelumnya ada pikap jenis L300 bermuatan kayu yang diduga mengalami kebocoran oli pada mesinnya.
Oli tercecer sepanjang sekitar 200 meter sampai 300 meter, hingga akhirnya diduga kuat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Teddy menyebut, anggota Unit Laka masih melakukan penyelidikan serta mendalami keterangan dari para saksi. Polisi juga mengamankan sopir pikap yang diduga mengalami kebocoran oli.
“Pengemudi pengendara pikap tersebut berinisial SY warga Sukun Pisang Candi. Saat ini diamankan dan sedang dimintai keterangan oleh anggota. Untuk korban sudah dievakuasi ke KM RSSA untuk divisum serta menunggu kedatangan keluarganya,” pungkasnya.(mg1/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :