Atasi Anjing Misterius, Datangkan Tokoh Spiritual


MALANG – Hilang sudah kesabaran warga Tegalgondo terhadap kasus pembantaian domba yang cukup meresahkan warga dalam kurun waktu seminggu ini. Warga setiap malam melakukan ronda malam dengan segala peralatan senjata seadanya. Seperti senapan angin, pentungan hingga senjata tajam seperti celurit.
Hasilnya pun tetap nihil. Anjing misterius pemangsa domba belum juga tertangkap. Bahkan, anjing tersebut tetap saja memakan korban meski di tempat lain.
Warga pun sepakat membawa tokoh spiritual untuk menangani hal ini. Tujuh tokoh spiritual dari tujuh tempat yang berbeda, sengaja diundang untuk mengatasi masalah anjing pembantai tersebut.
“Ini semua murni atas permintaan para warga, saya tidak berani menolak karena ini merupakan apresiasi para warga untuk ikut kembali menentramkan warga Malang dari berita anjing pembunuh domba itu,” papar Kepala Kasun Ketangi, Tegalgondo, Muhammad Effendi saat ditemui Malang Post.
Effendi juga menjelaskan bahwa ini sebenarnya bukan kali pertama diadakan ritual dengan mendatangkan tokoh spiritual.
“Ini sebenarnya adalah undangan kedua untuk tokoh spiritual tersebut, ritual tersebut dilakukan pada hari Sabtu tempo hari (16/9),” ungkapnya.
Pada ritual pertama, tujuh tokoh spiritual tersebut tidak mendapatkan hasil apapun saat memburu anjing tersebut. Akhirnya ketujuh tokoh spiritual ini meminta disediakan susu murni, kendi, bunga berwarna putih, dupa kerucut dan kain kafan serta tembak untuk melumpuhkan anjing tersebut.
Effendi pun menyanggupi permintaan tersebut, kemarin. Saat itu menjelang pukul 18,00 warga sudah banyak yang bersiap di sepanjang poros jalan utama Desa Tegalgondo.  Effendi pun harus mengatur warganya untuk tidak keluar dari area yang sudah ditentukan agar tidak tertembak dari para pembawa senapan laras panjang.
Tujuh tokoh spiritual yang diundang baru datang pada pukul 01.00 WIB. Susu pun sudah dituangkan kedalam kendi dan diletakkan di bagian pinggir kain kafan. Sedangkan pada bagian tengah diletakkan lima jenis bunga berwarna putih dan dupa kerucut.
“Kata paranormalnya, kami disuruh menembak ke satu titik ketika sudah diberikan sinyal,” ungkap Sugeng salah satu warga yang membawa senapan angin laras panjang.
Ketika ritual dimulai, suasana mendadak yang semula ramai menjadi senyap dan seluruh perhatian tertuju pada tokoh spiritual tersebut. Sedangkan para menembak menunggu aba-aba dari tokoh spiritual tersebut, suasana terasa sangat menegangkan.
“Allahuakbar… ” teriak salah satu tokoh spiritual setelah berdiam dan melakukan ritualnya selama dua jam. Mendengar signal diberikan oleh tokoh spiritual, lebih dari 30 penembak memberondong tembakan ke satu titik yang memang sebelumnya sudah ditunjuk.
Ketika berondongan peluru selesai, lima menit kemudian salah satu kendi yang berisi susu itu pecah tanpa sebab. Hal itu diiringi dengan warna merah seperti bercak darah yang tiba-tiba muncul di bagian tengah. Tidak ada yang mampu menjelaskan kejadian tersebut, hal itu terjadi di depan mata kepala masyarakat sendiri.
“Anjingnya terkena tembakan di bagian mata dan dada, jika dia masih bisa selamat maka kita bisa langsung mengenali anjing tersebut. Namun jika anjingnya mati maka kita hanya menunggu bangkainya keluar,” jelas tokoh spiritual yang menjelaskannya.
Hingga saat akhirpun masih banyak warga yang tidak percaya pada kejadian yang dilihatnya. “Saya tidak berani berkomentar tentang itu, saya sendiri juga kaget. Tapi jika ditanya komentar dengan daya nalar, maka saya nyatakan bahwa anjingnya belum tertangkap. Dan jika ditanya dari sisi magis, anda sendiri juga menyaksikan hal tak masuk akal itu,” pungkasnya. (mg1/jon)

Berita Lainnya :