Angkut Kayu 84 Gelondong, Diamankan


MALANG - Hendrik alias Karso, 34 tahun, harus meringkung di ruang tahanan Polsek Pagak. Pasalnya warga RT 18 RW 04, Dusun Dadapan, Desa Tlogorejo, Pagak ini tertangkap basah saat membawa kayu jenis Sonokeling yang dicurinya di hutan. Ia dibekuk petugas lantaran membawa 84 gelondong kayu tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, Senin (18/9) sekitar pukul  01.00 WIB.
“Kita berhasil mengamankan pelaku di Jalan Raya Gampingan Kecamatan Pagak saat dini hari. Pelaku memang sengaja mengangkut kayu hasil curiannya saat dini hari dari hutan yang terletak di Desa Tlogorejo petak 4C KPH Senguruh,” ujar Kapolsek pagak AKP Harnoko. SE.MH kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, jika pencurian yang dilakukan Hendrik sudah empat kali ini. Sehingga perbuatanya sangat merugikan pihak Perhutani, RPH Senguruh, Kecamatan Pagak.
“Keberhasilan menangkap pelaku berkat dari informasi yang didapat dari masyarakat, yang kemudian langsung kita tindak lanjuti dengan membututi terlabih dahulu sebelum menangkap tersangka,” terangnya.
Truk yang dikemudikan Hendrik langsung di hadang dan diminta menunjukkan surat kepemilikan kayu. Namun karena tidak bisa menunjukkan dokumen dari kayu yang dibawanya, Polisi langsung menggelandang pelaku beserta dengan barang buktinya ke Mapolsek Pagak.
Setalah berhasil menangkap tersangka, pihaknya langsung melakukan konfirmasi ke pihak KRPH Senguruh. “Untuk mencari bukti yang lebih, pada hari Senin itu juga kita bersama petugas KRPH Senguruh melakukan pengecekan di wilayah hutan petak 4C Desa Tlogorejo. Di lokasi itu kita temukan adanya tongak kayu Sonokeling yang identik dengan barang bukti yang telah kita amankan,” beber Harnoko.
Saat ini pihak Perhutani RPH Senguruh masih belum tahu berapa nominal kerugian akibat pencurian tersebut. “Untuk kerugian masih belum ditafsirkan, karena ada berbagai jenis ukuran. Rencannya, kayu yang berhasil dicuri tersebut akan dijual ke beberapa pabrik,” paparnya.
Diketahui, Hendrik yang merupakan pengepul mendapat kayu batangan itu dari oknum masyarakat, kemudian dijualnya kembali. Saat ini pihak Polsek Pagak bersama petugas KRPH Sengguruh terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu siapa yang melakukan illegal logging. (eri/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...