Gedung Sekolah Nyaris Terbakar, Siswa Semburat


MALANG – Siswa SMP Al-Maarif 2 Janti Barat, panik melihat asap yang mengepul dari bangunan sebelah sekolah, siang kemarin. “Kebakaran! Kebakaran!,” pekik penjaga sekolah dan guru, lalu mengungsikan siswa kelas 8 yang lokasi gedungnya, berdekatan dengan titik api. Sekitar pukul 12.30 WIB, aktivitas belajar ratusan siswa terhenti, dengan kebakaran di garasi bus Pelita Mas.
Dari pantauan Malang Post, pusat kebakaran adalah tumpukan ban yang ada di dalam garasi bus Pelita Mas. Api menjalar hingga mendekati bagian atas dinding pembatas. Bagian Kesiswaan SMP Al-Maarif 2 Janti, Roni Widianto, 43 tahun menyebut kebakaran ini kali pertama diketahui oleh penjaga sekolah.
“Setelah penjaga sekolah berteriak kebakaran, kami dari guru langsung mengungsikan siswa yang ada di kelas 8. Karena gedung belajar mereka, sangat dekat dengan titik api. Kami juga mematikan aliran listrik untuk menghindari musibah lain,” kata Roni kepada wartawan, menjelaskan soal kronologi kebakaran.
Setelah mengungsikan para siswa kelas 8 ke gedung sekolah sebelah selatan, para guru, staf dan penjaga sekolah, memakai air dari musala untuk memadamkan api. Selang air dan ember dipakai untuk menampung air sebelum disiramkan ke titik api. Karena besarnya api, para staf dan penjaga sekolah, tidak berani naik ke dinding dan menyiram titik api.
“Apinya besar sekali, asapnya juga berbau tidak enak karena setelah dilihat, yang terbakar adalah karet ban. Apinya juga sempat menyambar kabel listrik hingga putus. Untung sudah kami matikan aliran listrik ke sekolah,” jelas Roni.
Selama kurang lebih setengah jam, para staf sekolah berusaha menyiramkan air sebisanya ke arah api.
Tak lama, petugas kepolisian dan UPT Damkar Pemkot Malang datang ke lokasi. Tiga armada pemadam didatangkan. Saat tiba di lokasi, jilatan api sudah mulai surut. Petugas PMK melakukan pendinginan, untuk mematikan titik api yang tersisa. Sekitar pukul 13.15 WIB, api sudah padam total.
“Biasanya tiap sore atau malam ada kegiatan bakar-bakar sampah,” tandas Roni. Tidak jelas penyebab kebakaran ban di siang bolong itu. Kepala UPT Damkar Pemkot Malang, Jose Bello menduga ada titik api yang muncul di dekat tumpukan ban, sehingga melalap ban-ban bekas tersebut.
Penjaga garasi bus yang mengaku bernama Teguh, membantah ada bakar-bakar di dalam garasi. “Tidak ada bakar-bakar di dalam,” ungkapnya singkat.(fin/jon)

Berita Lainnya :