2 Hektare Lahan Tebu Terbakar


MALANG – Kebakaran hebat melalap lahan tebu di Jalan Kemayoran Cemorokandang, siang kemarin. Lahan tebu yang dekat dengan perumahan Casablanca Residence tersebut, terbakar karena  diduga ada kegiatan bakar-bakar dedaunan kering sisa panen tebu. Kepala UPT Damkar Pemkot Malang, Jose Bello menegaskan, dugaan tersebut menguat karena faktor cuaca sekarang.
“Cuaca berangin, musim kemarau, ada orang bakar-bakar daun sisa panen tebu, jadilah membakar sebagian lahan, kurang lebih seluas 2 hektar. Belum jelas lahan ini milik siapa,” kata Bello kepada Malang Post, dikonfirmasi siang kemarin. Dari keterangan yang dihimpun UPT Damkar Pemkot Malang, menerima laporan adanya kebakaran di lahan tebu, sekitar pukul 12.35 WIB.
Tiga armada pemadam, diberangkatkan dari Jalan Bingkil menuju Cemorokandang dan langsung melakukan pemadaman. Saat tim Damkar tiba, masih ada beberapa titik api yang bermunculan di lahan tebu yang sudah kering tersebut. Karena kebakaran terjadi dalam skala cukup besar, suhu di lokasi sangat panas.
“Suhu sangat panas di lokasi kebakaran,” ujar salah satu warga yang melihat pemadaman. Petugas Damkar, memakai air yang dibawa dari mako, untuk menyemprot titik-titik api yang masih aktif. Selama kurang lebih satu setengah jam, petugas Damkar berkeliling lahan, untuk mematikan semua titik api.
Setelah pemadaman finish jam 2 siang, petugas melakukan pendinginan dan baru kembali ke markas Damkar sekitar pukul 3 sore. Dia mengharap warga tidak gampang membakar sampah di lokasi yang rawan dan rentan seperti lahan tebu yang penuh daun kering. Jika memaksa bakar sampah di lokasi yang rawan, maka potensi kebakaran bisa muncul.
“Sekarang ini musimnya masih kemarau, janganlah bakar-bakar daun di lokasi yang berangin, dan banyak daun kering seperti di lahan tebu itu. Kami juga mengharap, warga masyarakat tidak membakar sampah di dekat rumah. Karena bisa menimbulkan kerawanan,” sambung mantan Kasi Tramtib Satpol PP Kota Malang itu.(fin)

Berita Lainnya :