Ungkap Jaringan Narkoba

 
MALANG - Peredaran narkoba di kalangan mahasiswa sudah sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius. Terbukti, sepanjang 1-20 September 2017, Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang Kota mengungkap peredaran narkotika yang rata-rata kalangan mahasiswa. 
Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menangkap 17 tersangka, 14 kasus yang termasuk dalam empat jaringan narkoba dengan barang bukti seberat 5,1 kilogram ganja dan 37,85 gram sabu-sabu.
KBO Satreskoba Polres Malang Kota Ipda Bambang Heryanta mengatakan, ada empat jaringan dengan jumlah 17 tersangka yang berhasil ditangkap. Jaringan pertama terdiri dari NHH, 26 tahun, warga Jalan Ikan Kakap, MA, 22 tahun, warga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), SUR, 22 tahun yang juga warga Bima, NTB, DB, 23 tahun, warga Sanana, Maluku dan MFH, 19 tahun, warga Petungsewu, Wagir.  
Mereka adalah jaringan narkoba mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta. Awalnya, polisi mengamankan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Kota Malang berinisial MA dan SUR yang patungan untuk beli ganja. Keduanya ditangkap di sebuah ATM di Tlogomas, Lowokwaru, Minggu (10/9). 
“Mereka patungan untuk beli ganja seberat 100 gram yang harganya sekitar Rp 700 ribu,” ujar Bambang saat gelar rilis di Mapolres Malang Kota, Rabu (20/9).
Namun sebelum bisa membeli barang haram itu, polisi sudah lebih dulu menangkap keduanya dan mengamankan 12.61 gram ganja. Setelah tertangkapnya MA dan SUR, polisi mengembangkan penyelidikan.
Hasilnya, polisi berhasil menangkap DB dan ditangkap di kostnya yang berada di Jalan Raya Tlogomas sekitar pukul 02.00. 
“Ia tidak bisa mengelak dan melarikan diri saat ditangkap. Kemudian kami kembangkan hingga akhirnya menangkap bandar NHH,” lanjut dia.
NHH adalah pengedar yang selama ini diburu oleh polisi. Ia kerap mengedarkan barang-barang haram itu di kalangan mahasiswa. Dari tangannya, polisi mengamankan tiga bungkus plastik klip berisi sabu-sabu seberat 5.83 gram dan ganja dengan jumlah total 915.99 gram. 
“Tersangka adalah pengedar sehingga dikenai pasal 114 dan atau 111 dan atau pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 dengan hukuman minimal 5 tahun,” papar Bambang. 
Dari tangan NHH, polisi mengamankan MFH yang berperan sebagai kurir. Dari tangah MFH, polisi mengamankan 8.46 gram ganja. Ia ditangkap di pinggir jalan di kawasan Ksatrian Dalam, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 
Saat ini polisi tengah mengembangkan pengejaran terhadap jaringan yang memasok barang kepada NHH. Namun Bambang belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait daftar pencarian orang yang tengah diburu. “Belum saatnya untuk dijelaskan,” ujar dia singkat.
Sementara itu, polisi juga berhasil meringkus jaringan kedua dengan barang bukti sebesar 41,86 gram ganja dan 20 gram sabu. Tersangka tersebut diantaranya AW warga Titan, HRI warga Pandensari, Pujon, DCH warga Kalirejo, Banyuwangi, VFW warga Karanganyar, Banyuwangi, US  warga Bandulan, Sukun dan HPY  warga Purwosari.
Sedangkan untuk jaringan ketiga, berhasil disita barang bukti berupa ganja seberat 5,62 gram. Para tersangka terdiri dari MM  warga Mulyorejo dan HTB warga Banjarmasin. Sementara pada jaringan terakhir, barang bukti yang berhasil disita adalah sabu seberat 15,17 gram dengan tersangka TW warga Sidoarjo. 
“Selebihnya, pada jaringan keempat ini masih menjadi DPO di sekitar daerah utara. Saya masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut,” tutur Bambang.
Dalam hal ini, Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan kalau peredaran narkotika di kalangan mahasiswa sangat meresahkan. Pasalnya, peredaran itu langsung menyasar pada generasi muda Indonesia yang dipersiapkan untuk memegang tongkat estafet keberlangsungan hidup bangsa. 
“Ini harus menjadi perhatian serius agar para mahasiswa dan generasi muda lainnya tidak menjadi korban. Masa depan mereka harus sukses. Bukan sebaliknya, hancur karena obat-obatan seperti ini,” tegasnya.
Polisi juga terus melakukan pendekatan kepada sejumlah instansi perguruan tinggi di Kota Malang. Heni memaparkan, dalam pendekatan itu, polisi membangun komunikasi dan kerjasama lainnya agar para mahasiswa tidak terlibat kasus pidana.(tea/jon)

Berita Lainnya :