Anjing Misterius Cukup Terlatih

 
MALANG - Anjing pemangsa domba yang beraksi di kawasan Karangploso hingga Lowokwaru, masih juga belum terungkap. Berbagai upaya dilakukan warga mulai ronda malam hingga hal yang berbau mistis, belum juga mendapatkan hasil. Bahkan, unit K9 (anjing pelacak.Red) Polres Malang Kota ikut mencari jejak anjing misterius tersebut. Bahkan hingga Selasa (20/9) malam, K9 tersebut masih melakukan patroli.
Kanit K9 Polisi Satwa Polres Malang Kota Aiptu Imam Mukson mengatakan anjing yang memangsa domba tersebut diduga dalam keadaan lapar dan cukup terlatih. 
“Secara ilmiah, hal tersebut bisa dijelaskan. Anjing kalau menggigit korbannya, itu tidak dikoyak dan darah tidak keluar dan dibiarkan hingga denyut hewan yang digigit tersebut berhenti,” terang dia.
Kemudian, setelah denyutnya berhenti, anjing tersebut langsung meninggalkan korbannya.
“Ketika ditinggal, darah hewan korban tersebut langsung beku dan mengakibatkan perutnya kembung dan mengandung gas oktan. Apalagi, setelah ditinggal selama tiga hingga empat jam. Beda lagi kalau dengan binatang yang disembelih,” papar dia.
Menurutnya, anjing pemangsa tersebut mengeksekusi domba karena lapar. Hal tersebut sangat wajar terjadi, baik anjing pemburu maupun anjing geladakan.
“Kemungkinan saat itu dia sedang lapar. Saya yakin, mungkin hanya beberapa bagian saja yang dimakan, tidak mungkin seluruh bagian tubuh,” lanjut dia.
Imam juga menjelaskan, kebanyakan anjing lapar tersebut ketika mengigit korbannya hanya ingin melumpuhkan saja, bukan untuk memakan.
“Kalau dia tidak lapar, ya berarti hanya ingin melumpuhkan korbannya saja. Rata-rata digigit dan mungkin hanya menginginkan suatu bagian tertentu,” lanjut dia.
Terkait jumlah domba yang dibunuh, anjing tersebut memang mampu untuk membunuh dalam jumlah banyak.
“Katakan ada dua anjing, membunuh sebanyak itu. Ya, mampu saja kalau memang dia lapar. Anjing lapar itu kan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,” imbuh dia.
Terkait anjing yang tidak menggonggong, dirinya menjelaskan, hal tersebut tergantung pada pemiliknya.
“Bisa saja anjingnya diajari untuk tidak menggonggong. Semua itu tergantung pemiliknya mau dicetak seperti apa anjingnya. Kalau terkait anjing yang dipukul mental, tergantung apanya yang dipukul dan sekeras apa. Kalau ada kabar anjingnya dibacok kebal, saya rasa itu tidak mungkin,” pungkas dia.(tea/jon) 

Berita Lainnya :