Tersangka Mahasiswa, Sita 3,9 Kg Ganja

 
MALANG – Jaringan narkoba sudah merasuk dalam kehidupan mahasiswa. Terbukti, tiga dari enam tersangka peredaran ganja yang digelandang Satnarkoba Polres Makota, berstatus mahasiswa perguruan tinggi swasta Kota Malang. Yakni, Chandra, 21, asal Kalirejo Tulungrejo Glenmore, Viqi alias Singo, 22, asal Karanganyar Karangsari Sempu Banyuwangi dan Hendrik, 22, asal Krajan Pandesari Pujon.
Tiga tersangka lain, Umar, 27, warga Bandulan gang 11, Hahan, 26, warga Purwosari Pasuruan, serta bandar  AW, 50, warga Jalan Titan Pandanwangi. KBO Satnarkoba Polres Makota, Ipda Bambang Heryanta menyebut, ada pengedar kelas kakap yang saat ini jadi buruan reserse narkoba.
“Saat penangkapan bandar AW, petugas mengamankan 3,9 kilogram ganja dan 30 gram sabu. Kami meyakini ada jaringan besar di atas AW, dan sedang dilakukan pengembangan secara intensif. AW bersikeras tidak tahu siapa bandar besar yang menjadi supliernya,” tegas Bambang di Polres Makota.
Hendrik ditangkap terlebih dahulu oleh resnarkoba. Hendrik ditangkap di Jalan Tlogomas dengan barang bukti 34,98 gram dan satu linting rokok ganja 0,34 gram.
Dari interogasi, nama Chandra dan Viqi terungkap dan ditangkap di Jalan Lilin Emas Dadaprejo Junrejo dengan BB dua linting rokok ganja 1,22 gram dan 33,46 gram ganja.
Setelah itu, Umar dan Hahan ditangkap di Villa Taman Sengkaling Dau dan Jalan Joyo Agung, dengan barang bukti 92,52 gram dan 32,24 gram. Akhirnya penangkapan mengarah kepada pengedar besar AW.
Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan melalui Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, berharap kerjasama kampus untuk memberantas narkoba.
“Komunikasi intensif terus dilakukan dengan semua kampus, karena kita tidak mau generasi muda diracuni narkoba,” jelasnya.
Sementara itu, Kajari Malang Purwanto Joko Irianto, menyebut pemberantasan narkoba, tak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum saja. Selain tindakan represif, langkah antisipatif juga sangat krusial.
“Komunikasi tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat, sangat menentukan kesuksesan pemberantasan narkoba,” tutupnya.(fin/lim)

Berita Lainnya :