Butuh Biaya Ambil Jenazah Istri, Sikat Sapi

 
MALANG – Jadi alias Sogol, 44, sudah patah arang dengan tekanan hidup yang menimpa istrinya. Sakit yang diderita istrinya membutuhkan banyak biaya. Tak heran, warga dusun Supit Urang RT 12 RW 03 Bocek Karangploso itu, nekat mengelabui dan menggondol sapi peliharaan Lani Nur Bawon, 35, warga dusun Manggeh Sari RT 03 RW 08 Bocek kecamatan Karangploso.
Dalam rilis di Polsek Karangploso, Jadi terpaksa mencuri sapi karena kebutuhan berobat istrinya sangat banyak. “Istri saya sakit, butuh biaya,” jelas Jadi. Tanpa pekerjaan yang jelas, Sogol, harus mencari sasaran demi membayar tanggungan di RSSA Malang. Sayangnya, upaya nekat Sogol dalam mencuri sapi, tidak membuahkan berkah bagi kesehatan istrinya.
Pasangan hidupnya meninggal karena komplikasi. Dia mencuri sapi untuk membayar tanggungan Rp 400 ribu biaya mengambil jenazah di KM RSSA Malang. 
Polisi, menangkap Sogol karena berhasil mengikuti petunjuk baru dalam penyelidikan. Apalagi, Sogol yang diduga acapkali melakukan tindak pencurian, sudah lima bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) paska pencurian sapi milik Lani.
Saat diinterogasi, Sogol sempat mengelak dan menyebut dia sudah bicara dengan Lani soal sapi limousine berusia dua tahun itu. Namun, Kapolsek Karangploso, AKP Farid Fathoni balik bertanya kepadanya, apakah dia meminta izin kepada Lani untuk mengambil sapi tersebut. Sogol pun terdiam.
Kapolsek menyebut, anggotanya menyita beberapa barang bukti, yakni satu buang patok kayu yang dipakai untuk mengikat tali sapi. Serta, kuitansi pembayaran pengambilan jenazah dari RSSA Malang. Uang untuk membayar biaya jenazah itu, diduga kuat berasal dari hasil penjualan sapi.
“Setelah pura-pura beli sapi dari korban dan menawar seharga Rp 18 juta, korban menolak dan minta harga Rp 22 juta. Setelah negosiasi, akhirnya harga beli sapi itu Rp 21,5 juta. Tapi, saat korban tidak di rumah, Sogol datang membawa pikap dan membawa sapi itu,” ujar Farid kepada wartawan.
Dia menjual sapi itu di pasar hewan Singosari kepada pria yang tidak dikenalinya seharga Rp 16,5 juta. Sembari melarikan diri dari kejaran polisi selama lima bulan, Sogol menghabiskan uang itu untuk kebutuhan harian dan biaya pengobatan istrinya. Awal penangkapan tak lepas dari kecurigaan polisi terhadap gerak-gerik Sogol. Setelah menawar sapi dan tak jadi membeli, Lani mendapati binatang peliharaannya hilang keesokan harinya.(fin/lim)

Berita Lainnya :