Pemuda Ampelgading Hilang Misterius

 
MALANG - Masyarakat Dusun Kalirejo Desa Simojayan Kecamatan Ampelgading, geger dengan hilangnya Rudi Ananda Pratama. Pemuda berusia 18 tahun ini, Rabu (20/9) malam hilang secara misterius. Hanya sepeda motor Honda Beat N 6501 EEL miliknya yang ditemukan bersandar di jembatan desa setempat.
"Kami masih melakukan pencarian bersama-sama dengan keluarga dan warga sekitar. Kalau jatuh ke sungai, kemungkinan itu sangat kecil sekali," jelas Kanitreskrim Polsek Ampelgading, Aiptu Sutarto.
Informasi yang diperoleh, Rabu (20/9) petang sekitar pukul 17.30, korban keluar rumah. Ia berpamitan kepada ibunya pergi ke rumah saudaranya, Achmad Robi Saifullah yang masih satu kampung. Korban mengendarai sepeda motor Honda Beat seorang diri.
Entah seperti apa ceritanya, satu jam kemudian sekitar pukul 18.30 ada warga yang menemukan motor di jembatan Kalimanjing Dusun Kalirejo Desa Simojayan. Motor itu bersandar di pagar dinding jembatan dengan kondisi mesin masih hidup. Setelah ditanyakan, motor itu diketahui milik korban. Namun korban tidak ditemukan. 
Kabar hilangnya korban itupun langsung membuat warga sekitar gempar, dan langsung dilaporkan ke petugas Polsek Ampelgading. Semula dicurigai kalau korban jatuh ke dasar sungai yang kedalamannya sekitar 200 meter. Ada kemungkinan korban terjatuh atau bunuh diri dengan melompat ke sungai.
Namun setelah ditelusuri ke bawah, tidak ada bekas ataupun tanda kalau korban menjatuhkan diri atau terjatuh ke sungai. Aliran sungai sampai petang kemarin juga sudah ditelusuri namun sama sekali tidak ketemu. Selain itu motor korban juga tidak ditemukan kerusakan apa-apa.
"Saat ini kami masih meminta keterangan saksi-saksi. Kalau korban diculik, tidak memungkinkan. Karena selama ini korban tidak memiliki musuh atau masalah dengan orang lain," jelas Sutarto.
Dari keterangan beberapa saksi, lanjutnya, ada dua kemungkinan. Pertama korban pergi menyusul kekasihnya ke Medan. Karena dua tahun lalu korban pernah punya kekasih, tetapi ditinggal ke Medan. Meski tidak pernah ketemu, namun masih sering komunikasi lewat telepon.
"Kemungkinan kedua, korban ikut dengan teman-temannya. Dugaan korban ada masalah dengan keluarga, karena diketahui broken home," tuturnya.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :