Amankan Pasangan Kumpul Kebo



MALANG - Rumah kos tak berinduk semang masih menjadi tempat favorit pasangan kumpul kebo. Selain itu rawan digunakan untuk melakukan berbagai tindakan penyimpangan lantaran tak ada yang mengawas.
Hal ini terungkap dalam operasi gabungan (opsgab) Satpol PP Kota Malang, Rabu (20/9) malam. Dari razia rumah kos  yang diikuti Malang Post ini, ditemukan dua pasang muda-mudi belum menikah berada dalam satu kamar, satu senjata tajam dan 7 rumah kos tidak jelas izinnya.
Hal yang menonjol terlihat di sebuah rumah kos Jalan Simpang Borobudur Utara RT 06/ RW 13 Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
“Kos-kosan ini dihuni laki-laki dan perempuan baik yang sudah berkeluarga dan belum. Kita menemukan satu pasang muda mudi tidak menikah tinggal disana,” ungkap Kasatpol PP Kota Malang Drs Priyadi MM saat memimpin Opsgab rumah kos tersebut.
Kedua muda-mudi tersebut merupakan mahasiswa luar daerah. Keduanya kemudian didata dan diberi surat pemanggilan untuk megikuti sidang tipiring  pada hari yang ditentukan.
Selain pasangan muda-mudi tersebut, di kos ini ditemukan pula satu buah senjata tajam berupa samurai. Senjata tajam tersebut dinilai membahayakan dan akhirnya diamankan petugas.
“Kami juga memanggil pemilik kos untuk dibina soal temuan ini. Tempat kos ini memang mendapat banyak laporan dari warga sekitar,” paparnya.
Sementara itu pasangan muda-mudi juga ditemukan dalam sebuah rumah kos di Jalan Lembang, Kelurahan Samaan,  Klojen Kota Malang. Sepasang muda-mudi ini diciduk dan dibuatkan berita acara perkara karena tidak dapat menunjukan identitas status hubungan saat berdua di dalam kamar kos.
Selain pasangan muda-mudi yang tidak memiliki surat nikah tersebut, tim opsgab yang terdiri dari anggota Bakesbangpol Kota Malang, Denpom V-Brawijaya, Polres Malang Kota dan Kodim Kota Malang ini turut memeriksa izin rumah kos.
“Kurang lebih 7 rumah kos perizinannya belum jelas. Ada yang masih proses perizinan ada yang tidak dapat menunjukkan surat izin. Ini semua kita BAP dan panggil untuk dibina maupun dilakukan sidang tipiring,” tandas mantan Camat Blimbing ini.
Selain rumah kos, beberapa kafe di kawasan Soekarno-Hatta dan Jalan Pajajaran juga turut diperiksa perizinannya. Meski salah satunya memiliki izin, kedua kafe itu turut diperiksa karena mendapatkan laporan warga soal kebisingan.
Dalam sebuah kafe yang berada di kawasan Jalan Pajajaran ditemukan beberapa jenis minuman beralkohol. Selain itu ditemukan 5 orang rata-rata berusia 18 tahun tanpa identitas.
“Rencananya yang terjaring malam yang diberikan surat sidang tipiring dijadwalkan sidang pada 26 dan 27 September nanti,” pungkas Priyadi. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :