Merasa kesepian, Pilih Akhiri Hidup di Blandar Kayu

 
MALANG - Merasa kesepian, Setemin, 79, nekat mengakhiri hidupnya. Warga Dusun Gebuk Utara, Desa Wonorejo, Lawang ini, bunuh diri dengan cara gantung diri di blandar kayu ruang dapur. Aksinya nekat ini karena korban merasa tidak diperhatikan oleh keluarganya.
"Dari hasil olah TKP dan evakuasi di tubuhnya sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena bunuh diri," ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik.
Peristiwa yang menggemparkan warga ini, terjadi sekitar pukul 10.30. Selama ini, korban tinggal bersama dengan istri dan anaknya. Namun setiap hari, ia ditinggal anak dan istrinya bekerja.
Termasuk saat nekat gantung diri kemarin. Saat itu korban ditinggal di rumahnya sendiri. Mungkin karena merasa tua dan tidak ada yang menemani, korban nekat mengakhiri hidupnya.
Dengan tali tampar warna biru, ia menggantung tubuhnya pada blandar kayu. Tubuh korban baru diketahui siang hari oleh anaknya ketika pulang. Saat itu saksi mencari keberadaan korban yang tidak ada di ruang tamu dan kamar.
Ketika melihat ke dapur, saksi kaget setelah melihat tubuh korban tergantung. Ia berteriak hingga mengundang reaksi warga sekitar. Mengetahui kematian korban yang tidak wajar, warga lantas melaporkan ke petugas Polsek Lawang.
"Jenazah korban hanya dimintakan visum luar di Puskesmas. Pihak keluarga menolak otopsi, karena menerima kematian korban sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan tertulis," paparnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :