Pengedar Surabaya Suplai Sabu Malang

 
MALANG – Jaringan narkoba Kota Malang, mendapat suplai barang secara reguler dari luar kota. Terbukti, pengedar Bimbing Ari Wibowo yang ditangkap di Jalan Kunto Baskoro V, RT 01 RW 06 Kecamatan Blimbing Kota Malang, mendapat sabu dari Surabaya. Bimbing, kini didakwa Kejari Malang dengan dugaan pelanggaran pasal 112 dan 114 UU nomor 35 tahun 2009.
“Terdakwa, tanpa hak atau melawan hukum menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu dengan berat 11,24 gram,” kata jaksa Kejari Malang, Hadi Riyanto SH, MH dalam berkas dakwaan 494/Pid.Sus/2017/PN Mlg.
Bimbing, sudah tiga kali membeli sabu-sabu dari pengedar Surabaya. Pada pembelian pertama, dia memesan sabu seharga Rp 6 juta. Pada pembelian kedua, dia memesan sabu senilai Rp 8,4 juta. Lalu, pada pembelian ketiga, dia membeli kristal meth dengan banderol Rp 7,2 juta. Modusnya, dia menelepon pengedar bernama Adi lewat handphone.
Setelah mentransfer uang, Bimbing langsung berangkat ke Surabaya untuk mengambil sabu-sabu di dekat Terminal Bungurasih. Tepatnya, di daerah makam depan Mall Ramayana. Sabu-sabu, ditempatkan di dalam bungkusan kresek hitam, di bawah tanda tulisan dilarang membuang sampah.
Selain membeli sabu dari Surabaya, Bimbing juga mendapat barang dari pengedar lain bernama Kabul sebanyak tiga kali. Semua transaksinya, dilakukan di Mondoroko. Setelah membeli banyak sabu itu, dia menjualnya kepada orang lain. Dari intel yang diterima Resnarkoba, masyarakat mencurigai adanya gerak-gerik transaksi narkoba di wilayahnya.
Akhirnya, Resnarkoba Polres Makota, menggeledah dan menggerebek rumah kos Bimbing. Hasilnya, satu tas parasut warna hitam, berisi 23 plastik klip kecil sabu. Kasatnarkoba Polres Makota, AKP Imam Mustaji menegaskan bahwa semua suplai narkotika Kota Malang, berasal dari luar Kota Malang.
“Seluruh suplai barang, berasal dari luar kota, peredarannya dilakukan di Malang, dengan sasaran utama mahasiswa,” kata Imam.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...