Domba di Tunggulwulung Kembali Mati Misterius

 
MALANG – Pembantaian terhadap domba warga kian menggelisahkan. Rumor klenik yang mengelilingi makhluk teror domba, masih terus menghangat karena muncul korban baru. Mawi 60 tahun, penggembala domba di Jalan Organ, Bawang, Kelurahan Tunggulwulung, kaget bukan kepalang melihat dua ekor kambingnya mati di dalam kandang.
“Saya tahu pukul tujuh pagi saat akan memberi makan, tahu-tahu sudah mati,” kata Mawi kepada wartawan Malang Post.
Dia mengaku tidak mendengar atau melihat sosok makhluk menyerupai anjing saat domba-dombanya mati. Karena, dia hendak menyebar pakan di kandang kayu tersebut, ketika melihat dua dari tiga dombanya, sudah terkapar tanpa nyawa.
Kondisi bangkai domba sendiri mengenaskan. Karena, bagian perut dari domba terburai. Begitu juga, ada luka gigitan di area kepala. Dia juga tidak paham sebenarnya seperti apa bentuk makhluk yang sudah menyebar teror di Tunggulwulung dan Karangploso itu. Karena, sampai sekarang tidak ada bukti yang benar-benar kuat tentang bentuk asli sosok makhluk yang membantai puluhan domba itu.
“Apa ini binatang yang sama, yang menggigit mati domba-domba di Ketangi dan di Bawang, saya tidak tahu, mungkin saja,” jelas Mawi. 
Dia mengaku sudah mendengar soal teror makhluk ini sejak domba-domba dibawang terbantai. Bahkan, sebenarnya dia sudah siap menyembelih dua dombanya, untuk peringatan 1000 hari kematian istrinya.
Tapi, belum sempat menggelar selamatan, dombanya sudah mati duluan. Karena itulah, dia merasa sedih dengan matinya domba-domba peliharaannya. Tidak ada pihak yang bisa mengganti kerugiannya.Karena, dia tahu dua domba miliknya, bukan satu-satunya hewan yang dibantai di daerah Tunggulwulung dan Ketangi. Dia berharap makhluk tersebut segera ditangkap dan dimusnahkan karena membantai puluhan domba. 
Sementara itu, sebelumnya Kanit K-9 Polres Makota, Aiptu Imam Mushon menduga binatang yang membantai domba-domba, adalah anjing ras yang sengaja dilepaskan sebagai latihan anjing pembunuh.
“Saya menduga jenisnya mix Rottweiler, karena ada bukti CCTV di Puri Dewata yang merekam gerak-gerik anjing tersebut. Kami sudah mulai patroli di Tunggulwulung, memakai German Shepherd. Kalau terbukti anjing ini dilepas oleh pemiliknya, perlu diselidiki lagi motifnya,” tutup Imam.(fin/jon)

Berita Lainnya :