Istri Hamil Tua di Smack Down

 
MALANG – Entah setan apa yang ada dalam pikiran Markalam, 38 tahun. Warga Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur ini, dengan sadis menghajar istrinya sendiri, Rodiyah, 38 tahun, pada Kamis (21/9) malam. Tragisnya lagi, korban dipukul, ditendang dan dibanting hingga babak belur.
Tragisnya lagi, saat dianiaya Rodiyah sedang hamil delapan bulan. Akibatnya, Rodiyah pun mengalami beberapa luka di sekujur tubuhnya. Termasuk luka robek di kaki kanannya, hingga mendapat empat jahitan. Untungnya saja, korban tidak sampai mengalami keguguran ataupun pendarahan.
Sementara Markalam, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sesaat setelah kejadian, langsung diamankan petugas Polsek Pagelaran. Karena kasusnya masuk ranah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), usai diperiksa langsung dilimpahkan ke UPPA Polres Malang, kemarin siang.
“Barang bukti yang kami amankan adalah potongan kayu yang dipergunakan memukul istrinya,” ujar Kanitreskrim Polsek Pagelaran, Aiptu Ketut Agung.
Diperoleh keterangan, Markalam dan Rodiyah merupakan pasangan suami istri yang sah. Namun beberapa pekan terakhir, keduanya harus pisah ranjang. Korban Rodiyah pulang ke rumah orangtuanya di Dusun Ngipik, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, lantaran tidak tahan dengan sikap kasar suaminya.
Sedangkan, tersangka Markalam tetap tinggal di rumah kontrakannya di Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur. Kamis (21/9) malam, tersangka mendatangi rumah mertuanya Murinah, 65 tahun. Dengan nada marah-marah, ia mencari istrinya untuk diajak pulang ke rumah kontrakannya.
Melihat Markalam marah, Murinah langsung menghadang di depan pintu bermaksud untuk menenangkan. Namun bukannya Markalam meredam, sebaliknya malah mendorong tubuh mertuanya hingga tersungkur. Setelah itu, ia masuk ke dalam rumah mencari istrinya Rodiyah.
Tubuh korban diseret keluar rumah, kemudian dalam kondisi hamil tua, korban di smack down (dibanting). Korban juga dipukul dan ditendang berulang kali. Bahkan, Markalam mengambil potongan kayu, bermaksud untuk dipukulkan ke arah istrinya.
Beruntung, warga sekitar yang mendengar keributan langsung datang. Warga menghalangi dan menangkap Markalam. Selanjutnya, menyerahkan permasalahan keluarga tersebut ke petugas Polsek Pagelaran.
“Korban dan ibunya sudah membuat laporan resmi dan kami mintakan visum. Mereka meminta supaya Markalam diproses. Karena sebelumnya juga sering melakukan penganiayaan pada istrinya, hingga mengalami keguguran,” jelasnya.
Sementara itu, Markalam yang dimintai keterangan hanya terdiam saja. Ia mengaku khilaf dan terpancing emosi, karena istrinya tidak mau diajak pulang. “Saya khilaf,” jawab Markalam singkat.(agp/jon)
 

Berita Lainnya :

loading...