Siswi SMP Terobos Flyover, Mobil Terguling


MALANG – Nekad berkendara walau tak punya SIM, remaja Rista Silfia, 14 tahun,  menyebabkan kecelakaan di jalur protokol Jalan Ahmad Yani Flyover. Motor yang dikendarainya ringsek, sementara sebuah mobil Panther silver terguling. Kecelakaan terjadi, diduga karena motor berusaha masuk ke jalur flyover dan bertumbukan dengan mobil di ujung jembatan.
Saksi mata, Lutiman 62 tahun warga Jalan Ahmad Yani, Blimbing menyebut kedua kendaraan melintas pelan dari arah selatan ke utara. “Awalnya motor ada di lajur kiri, sedangkan Panther di kanan, motornya mau masuk ke jalur flyover tapi gak nutut, tabrakan dengan Panther, pengemudi motor terpelanting,” urai Lutiman, kemarin.
Rista warga Jalan Bandulan 1F/64 RT 09 RW 04 Bandulan hendak menuju Arjosari dengan memakai Honda Revo N 4482 AAP. Meski masih di bawah umur, dia sudah mengendarai motor dan berani lewat jalur protokol. Dia berkendara dalam kecepatan sedang, di lajur kiri Jalan Ahmad Yani sebelum flyover.
M. Ikhwanudin 40 tahun, warga Jalan Raya Candi II/505 RT 09 RW 02 Karangbesuki, juga sedang berkendara, ditemani istrinya. Dia memakai Isuzu Panther N 1909 CZ dan berada di sisi kanan jalur dari selatan ke utara. Saat mendekati pintu masuk ke jalur flyover Blimbing, tiba-tiba saja, Rista mau masuk ke kanan.
Karena gerakan tiba-tiba ini, Ikhwanudin tak bisa mengendalikan mobilnya untuk menghindari motor Rista. Kontan, motor Rista dihantam Panther. Pelajar SMP tersebut terpelanting ke depan, sementara motornya dilindas habis hingga ringsek. Rista mengalami luka, di bagian badan, lengan dan kaki.
Sementara, motornya hancur dan harus dievakuasi dengan memakai kendaraan Unit Laka Lantas Polres Makota. Mobil Ikhwanudin sendiri, langsung terguling dengan tumpuan di bagian kanan dan melintang di tengah flyover. Akibatnya, kemacetan sempat terjadi dari kedua arah flyover Blimbing.
Beruntung, petugas Laka Lantas secepatnya tiba di lokasi, mengevakuasi mobil, motor dan para korban. Aiptu Teddy M, Bintara piket Unit Laka yang mendampingi Kanit Laka Iptu Budi Junaedi, menegaskan bahwa hasil penyelidikan dan olah TKP serta keterangan saksi, kesalahan ada pada motor.
“Kan tidak boleh motor mau naik flyover, itu melanggar aturan lalu lintas,” kata Teddy kepada Malang Post, ditemui di kantor Unit Laka Jalan Dr Cipto, kemarin.
Dia mengatakan, kedua pihak sepakat berdamai, namun laporan kejadian tetap harus ditangani oleh petugas unit Laka. Sehingga, barang bukti bangkai motor dan mobil, dibawa ke Unit Laka.
“Kami mengharapkan warga dan pengguna jalan, hati-hati serta memperhatikan larangan lalu lintas yang sudah dipasang. Larangan itu, bertujuan untuk melindungi dan menjaga keselamatan warga masyarakat,” tutupnya.(fin/ary)

Berita Lainnya :