Dendam Bacok Teman Sendiri

 
MALANG – Dendam bisa membuat orang gelap mata. Halnya dengan Agus Hadi Iswanto alias Banyak, 30 tahun, warga Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan ini, tega menganiaya temannya sendiri, pada Agustus 2017 lalu. Yakni Wawan, 30 tahun, warga Dusun Sumberlele, Desa Gajahrejo, Gedangan.
Korban dibacok oleh tersangka menggunakan sebilah pancor. Akibatnya jari kiri tangan korban mengalami luka robek. Sementara tersangka Banyak, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik rutan Mapolsek Gedangan.
“Tersangka kami tangkap di sekitar Jalur Lintas Selatan (JLS). Saat itu tersangka sedang bersembunyi di sebuah warung,” ujar Kapolsek Gedangan AKP Nuryono.
Informasi yang diperoleh, sebetulnya antara korban dengan tersangka ini adalah teman karib. Mereka sering nongkrong dan minum-minuman keras bersama. Mungkin karena sama-sama terpengaruh alkohol, ketika nongkrong bareng mereka bertengkap karena ada salah paham. Pertengkaran saat itu, tidak berlarut lama karena dilerai oleh temannya yang lain.
Namun ternyata tersangka masih menyimpan dendam. Pada 27 Agustus lalu, dengan membawa sebilah pancor, tersangka mendatangi rumah korban. Ia mengajak permasalahan antara mereka berdua diselesaikan secara gentleman.
Karena korban tidak mau menanggapi akhirnya, keduanya kembali terlibat perang mulut. Saat bertengkar itulah, tersangka lalu mengayunkan pancor yang dibawanya ke arah korban. Beruntung korban yang tanggap dengan serangan mendadak itu, berhasil menangkis dan hanya mengenai jari tangan kirinya.
Kemudian karena nyawanya terancam, korban memilih kabur dan melaporkannya ke petugas Polsek Gedangan. Sedangkan tersangka, sesaat setelah kejadian langsung kabur. Selama ini ia bersembuyi di sekitar JLS untuk menghindari buruan polisi.
Tetapi sepandai apapun ia bersembunyi, keberadaannya tetap saja tercium oleh polisi. Ketika lagi asyik nongkrong, Banyak langsung ditangkap. Ia hanya pasrah ketika digelandang karena sudah terkepung dan tidak bisa lari lagi.
 “Pengakuan tersangka dia menganiaya korban karena dendam saja. Alasannya ada kata-kata dari korban yang membuatnya tersinggung,” jelas Nuryono.(agp/jon)

Berita Lainnya :