Wajak Marak Peredaran Pil Koplo

 
MALANG - Hukuman untuk pelaku narkotika sebetulnya sudah cukup berat, yakni minimal empat tahun kurungan penjara. Namun peredaran barang haram ini, masih merajalela. Akhir pekan lalu, Satuan Reskoba Polres Malang kembali menangkap dua orang pengedar pil koplo jenis dobel L dan sabu-sabu (SS).
Tersangkanya adalah Suwandi alias Andik, 28, warga Dusun Krajan, Desa Blayu, Kecamatan Wajak. Dan Priyo Setiawan alias Bagong, 25, warga Desa Sukolilo, Wajak. Mereka ditangkap secara terpisah dengan selisih waktu sekitar dua jam.
"Kedua tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Satuan Reskoba Polres Malang. Kasusnya masih akan dikembangkan," ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik.
Penangkapan dua pengedar narkotika ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau di wilayah Kecamatan Wajak, marak dengan peredaran pil koplo serta sabu-sabu.
Polisi yang mendapat informasi itu, kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Dari hasil lidik, diketahui bahwa pengedarnya adalah mereka berdua. Akhirnya polisi bergerak untuk menangkap mereka.
Kali pertama yang diamankan adalah Suwandi alias Andik di rumahnya. Saat itu ia baru saja menjual pil koplo pada seseorang. Barang bukti yang diamankan darinya sebanyak 92 butir pil koplo berlogo dobel L.
Kemudian dari Andik, berkembang ke tersangka Priyo Setiawan alias Bagong, yang ditangkap setelah dipancing datang ke rumah tersangka Andik. Barang buktinya satu pipet kaca berisi SS dan pil koplo sebanyak 520 butir.
Mereka berdua dijerat pasal  112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 196 sub pasal 197 Undan-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun kurungan penjara.
"Dari keterangan mereka berdua, tersangka Andik mendapat barang dari Bagong. Sedangkan Bagong mengaku mendapat pasokan dari seorang temannya yang kini masih diburu," jelasnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :