Di Tebangan Tebu, Ancam Bunuh Tetangga

 
MALANG - Tak terima melihat anak buahnya ditegur, membuat M Imron alias Botek, 38, warga Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi emosi. Ia memukul M Romli, 44, tetangganya dengan tangan kosong, pada Sabtu (23/9) lalu. Imron juga mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan sebilah celurit.
Imbas perbuatannya tersebut, Imron pun harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap Unit Reskrim Polsek Bululawang, di area kebun tebu Desa Krebet Senggrong, Bululawang, lokasi penganiayaan. Penangkapannya setelah ada laporan dari korban.
"Tersangka kami amankan sesaat setelah kejadian penganiayaan. Barang buktinya sebilah celurit yang digunakan mengancam korban," ujar Kanitreskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Marghas.
Diperoleh keterangan, aksi penganiayaan terjadi Sabtu siang. Saat itu korban dan tersangka sama-sama berada di area kebun tebu Desa Krebet Senggrong, Bululawang. Mereka sedang mengawasi buruh tebang tebunya masing-masing.
"Sebetulnya antara korban dan tersangka ini, sama sekali tidak pernah ada permasalahan," kata mantan Kanit Idik I Reskrim Polres Malang.
Permasalahan terjadi, ketika korban menegur salah satu buruh tebang tersangka. Alasannya karena telah melewati batas lahan milik korban. Ketika lewat lahan tersebut tanpa ada kofirmasi atau permisi dulu kepada korban.
Mengetahui anak buahnya ditegur, tersangka tidak terima. Dengan membawa celurit ia lantas menghampiri korban. Tersangka meminta penjelasan hingga keduanya terlibat cek-cok mulut.
Mungkin karena terpancing emosi itulah, saat perang mulut terjadi tersangka langsung melayangkan bogeman mentah ke wajah korban, hingga tersungkur. Saat terjatuh, tersangka mengancam akan membunuh korban dengan sebilah celurit.
Pertengkaran baru berakhir, setelah dilerai oleh para buruh tebang. Selanjutnya korban yang tidak terima, lantas pergi untuk melaporkan penganiayaan yang dialami ke Polsek Bululawang. Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas menciduk tersangka di lokasi kejadian.
"Pengakuannya karena tersangka terpancing emosi. Ia tidak terima melihat buruh tebangnya ditegur oleh korban," jelasnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :