Izinkan Naik Motor, Orang Tua Minta Maaf



MALANG – Orang tua Rista Silfia (14 tahun), siswi SMP yang menerobos flyover Arjosari hingga membuat satu mobil terguling, minta maaf, Senin (25/9) kemarin. Mereka khilaf karena mengizinkan putrinya yang masih SMP dan tidak memiliki SIM, menaiki motor di jalan raya. Ditemui Malang Post di kediaman keluarga tersebut di Bandulan, Wiryonoto ayahanda Rista menegaskan kecelakaan itu telah selesai secara kekeluargaan.
“Saya saat itu juga sedang kerja, jadi saya kaget sekali mendapatkan kabar dari ibu bahwa Rista mengalami kecelakaan” jelas Wiryonoto, ayah Rista yang bekerja sebagai security di Puncak Dieng.
Wiryo memilih menyelesaikan dengan cara kekeluargaan karena ia pun juga mengakui kesalahannya. Yakni mengizinkan anaknya yang di bawah umur mengendarai motor ke jalan raya.
“Semuanya sudah selesai dan dari kedua belah pihak tidak ada yang saling menuntut, kita sama-sama sadar bahwa kejadian ini merupakan hal yang sama-sama tidak diinginkan” pungkasnya.
Sri Handayani, ibunda Rista menjelaskan, putrinya pergi menaiki motor milik ayahnya sekitar pukul 09.30 WIB. Sri Handayani juga tidak merasakan hal yang janggal apapun saat itu, sehingga ia mengizinkan Rista untuk pergi berangkat.
“Saat itu Rista berpamitan untuk pergi ke jalan Kemirahan menjemput teman berlatih dancenya” ungkap Sri Handayani kepada Malang Post.
Rista sendiri sedang bercengkrama dengan keluarga dan teman-temannya saat ditemui Malang Post. Korban laka tunggal itu merupakan siswi kelas 9 di SMP Negeri 8 Malang. Menurut pengakuannya, ia saat itu hendak berlatih dance dengan teman-temannya, namun malah tertimpa musibah kecelakaan.
Rista mengaku berangkat menuju Jalan Kemirahan untuk menjemput teman dancenya yang bernama Safira. Sedangkan saat itu di rumah Safira juga ada Abita yang juga merupakan teman dance Rista.
“Mereka menunggu saya datang, rencananya kami mau latihan di Universitas Brawijaya karena teman-teman banyak yang sudah menunggu disana” papar Rista.
Ketika Rista telah sampai di rumah Safira, mereka segera berangkat menuju tempat latihan yang sudah ditentukan. Namun di tengah perjalanan, Rista memutuskan untuk mampir ke sebuah kedai.
Ia hendak membeli roti sebagai bekal. Rista pun menyuruh Abita dan Safira untuk melanjutkan perjalanan terlebih dahulu.
Ketika Rista telah selesai membeli bahan perbekalan, ia segera melanjutkan perjalanan. Siswi SMP itu memang sebelumnya berada di lajur kiri. Kemudian bergeser menuju lajur kanan untuk menambah kecepatan.
Pada saat bersamaan, mobil Panther yang berada di belakang Rista juga menambah kecepatan sehingga motor yang dikendarai tertabrak. Motor yang Rista kendarai terdorong masuk ke flyover dan ia terpelanting ke lajur kiri.
Parahnya, mobil Panther tetap melaju hingga 100 meter sampai akhirnya mobil tersebut terbalik. Rista yang panik saat itu langsung menghubungi Safira dan Abita untuk menuju ke tempatnya berada.
Rista tercatat sebagai warga Jalan Bandulan 1F/64 RT 09 RW 04 Bandulan. Saat kecelakaan menaiki Honda Revo N 4482 AAP. Meski masih di bawah umur, dia sudah mengendarai motor dan berani lewat jalur protokol. Dia berkendara dalam kecepatan sedang, di lajur kiri Jalan Ahmad Yani sebelum flyover.
Adapun Panther dikemudikan M. Ikhwanudin 40 tahun, warga Jalan Raya Candi II/505 RT 09 RW 02 Karangbesuki. Saat kejadian, ia sedang berkendara, ditemani istrinya. Dia menaiki Isuzu Panther N 1909 CZ dan berada di sisi kanan jalur dari selatan ke utara.
Motor Rista dihantam Panther. Pelajar SMP tersebut terpelanting ke depan, sementara motornya dilindas habis hingga ringsek. Rista mengalami luka, di bagian badan, lengan dan kaki.(mg1/ary)

Berita Lainnya :

loading...