Cemburu Buta Tetangga Dianiaya


MALANG -  Terbakar api cemburu, mengantarkan Rakup, 54, warga Dusun Sumberduren, Desa Sidodadi, Gedangan, meringkuk di dalam penjara. Senin (25/9) sore lalu, ia ditangkap Unit Reskrim Polsek Gedangan karena dituduh menganiaya Munasik, 45, tetangganya.
Masalahnya, lantaran mendengar istrinya pernah mempunyai hubungan dekat dengan korban. Munasik dilempar dengan bongkahan batu bata, hingga mengakibatkan luka memar dan robek di dahinya.
Tidak hanya itu, korban juga diajak duel dengan senjata tajam. Namun Munasik menolak dan lebih memilih melaporkan ke polisi. “Tersangka ini kami tangkap di rumahnya, setelah ada laporan dari korban,” jelas Kapolsek Gedangan, AKP Nuryono.
Peristiwa penganiayaan, terjadi di jalan kampung sekitar pukul 15.30. Saat itu, korban sedang melintasi jalan sekitar rumahnya. Tiba-tiba oleh tersangka dilempar bongkahan batu bata. Karena tidak siap, batu bata itupun mengenai dahinya hingga mengakibatkan luka robek.
Mungkin karena kesakitan, spontan korban langsung menegur tersangka. Bukannya meminta maaf, sebaliknya Rakup malah menantangnya berkelahi. Rakup pulang ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam caluk, yang kemudian menantang korban untuk carok.
Lantaran takut dan tidak ingin terjadi apa-apa, Munasik memilih kabur. Ia langsung melapor ke petugas Polsek Gedangan, terkait penganiayaan yang dialaminya. Untuk memperkuat laporannya, korban dimintakan visum.
“Baru setelah ada bukti laporan visum, anggota langsung mendatangi rumah tersangka dan mengamankannya. Tersangka tidak melawan, sebaliknya malah mengakui perbuatannya,” ujar mantan Kapolsek Dampit ini.
Dalam pemeriksaan, Munasik mengatakan kalau dirinya terpancing emosi. Ia dendam dengan korban, karena pernah menjalin hubungan dekat dengan istrinya. Sekalipun, kedekatan hubungan itu sudah lama sekitar 14 tahun yang lalu. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :