Anak Bunuh Ibu Kandung

 
MALANG – Sungguh ironis! Seorang anak tega membunuh ibu kandungnya sendiri, hanya gara-gara helm. Yakni Aman Dwi Prayogi, 21 tahun, warga Jalan Indrokilo Selatan, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang. Ia menghabisi nyawa ibu kandungnya Suyati, 41 tahun dengan memukul kepalanya menggunakan talenan, Rabu (27/9) dini hari kemarin.
Tragisnya lagi, selain pembunuhan itu sudah terencana, Aman juga menggantung tubuh ibunya dengan seling kawat. Seolah-olah kematian ibunya bukan karena dibunuh, melainkan bunuh diri. Anak kedua dari tiga bersaudara ini, mengaku nekat mengakhiri nyawa ibunya lantaran sakit hati.
“Saya sudah lama sakit hati, sejak kelas IX SMP. Ibu (korban, red) terlalu pilih kasih dengan mementingkan kakak dan adik. Saya minta dibelikan helm tidak dikasih, namun kakak minta motor malah dibelikan,” ungkap tersangka Aman Dwi Prayogi, kepada wartawan.
Pengakuannya, ia menghabisi nyawa ibunya karena spontan. Aman juga mengaku akibat pengaruh minuman keras. Sebelumnya, anak kedua dari tiga bersaudara ini pesta minuman keras dengan temannya. Sepulang itulah, akhirnya muncul niatan untuk menghabisi nyawa ibunya.
“Minuman yang saya minum dengan teman-teman adalah alkohol 100 persen. Saya memang sudah merencanakan. Kawat seling untuk menggantung itu, adalah seling bekas motor,” ujarnya.
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan sebelumnya sekitar pukul 02.30, Polsek Lawang mendapat laporan dari Ketua RT 03 Agus Sutrisno, ada orang gantung diri di wilayahnya. Polisi selanjutnya datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP awal. 
Saat itu, diketahui ada kejanggalan dengan kematian Suyati. Karena ditemukan ada luka pada kepala bagian belakang. Selanjutnya petugas mendatangkan Tim Inafis dari Polres Malang, proses olah TKP dan penyelidikan.
“Ternyata benar, ditemukan bercak darah serta tempurung kepala belakang korban pecah. Termasuk selaput orak juga rusak,” tutur Yade Setiawan Ujung.
Untuk mendalami kasus tersebut, polisi pun langsung mendalami dengan memeriksa semua kerabat terdekat dan anak-anaknya. Hasilnya kurang dari lima jam, polisi berhasil mengungkap kematiannya. Suyati meninggal karena dibunuh oleh anak kandungnya.
“Motifnya adalah sakit hati. Tersangka merasa dianaktirikan oleh korban, hingga merencanakan pembunuhan tersebut,” ucap perwira dengan pangkat dua melati ini.
Berdasarkan rekontruksi dan keterangan tersangka, lanjut Ujung, tersangka membunuh dengan memukul ibunya menggunakan talenan. Pembunuhan dilakukan saat korban sedang tidur. Tersangka yang sebelumnya habis nonton futsal, minum-minuman keras lalu pulang sekitar pukul 23.00. 
Selanjutnya tidur dan terbangun pukul 02.00. Diduga masih terpengaruh minuman keras, tersangka lalu masuk ke kamar korban. Sempat membatalkan, namun tersangka tetap melanjutkan pembunuhan. 
Usai dibunuh, tersangka lalu mengambil kawat seling untuk menggantung tubuh ibunya. Baru kemudian memberitahu kepada keluarganya, kalau ibunya gantung diri.
“Hasil visum menguatkan bahwa kematian korban, akibat pecah pada tempurung kepala belakang dan selaput otak rusak. Ada juga luka di pelipis dan luka jeratan di leher. Keterangan dokter forensic, korban meninggal karena pendarahan otak,” jelasnya.
Akibat perbuatannya, Aman dijerat dengan pasal 340 sub pasal 338 sub 351 ayat 3 KUHP, tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya adalah pidana mati, seumur hidup atau kurungan penjara selama 20 tahun.(fir/agp/jon)

Berita Lainnya :