Usai Pesta, Perkosa dan Habisi Gadis Lawang



MALANG - Pembunuh gadis yang jasadnya ditemukan setengah telanjang di Purwodadi tertangkap, Rabu (27/9) kemarin sore. Pelakunya Muhammad Madinatul Huja alias Donon, 17 tahun, warga Dusun Ngawen, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Gadis yang dibunuh adalah EPN (16 tahun), warga Dusun Kalisuko, Desa Sumbersuko, Kecamatan Lawang. EPN memang diperkosa, kemudian dibunuh dengan sadis oleh Donon. (Baca grafis, Red)
Ya, tak butuh waktu lama, hanya dalam waktu sekitar 24 jam, anggota Polsek Purwodadi berhasil mengungkap dalang pembunuhan gadis yang ditemukan di pematang sawah di Desa Paretinap RT 02 RW 10, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan. Berita penemuan jasadnya bisa baca di Malang Post terbitan Rabu 27 September 2017.
Adapun, gabungan Unit Reskrim Polsek Purwodadi dan Unit Buser Polres Pasuruan berhasil menangkap pelaku pembunuhan, pada hari Rabu (27/9) pukul 16:30 WIB di rumahnya dan tanpa perlawanan.
Keterangan yang dihimpun Malang Post saat datang ke Polsek Purwodadi, Donon membunuh usai berpesta. Ia bersama enam temannya, termasuk korban pesta miras di belakang Vihara Tri Darma Purwodadi (25/9) pukul 21.00 WIB. Saat tengah asyik mabuk mabukan, ia dan sekumpulan teman-temannya kabur karena ada mobil patroli berhenti di depan Vihara untuk melakukan patroli pengaman masyarakat. Gerombolan itu membubarkan diri untuk menghindari penangkapan petugas.
"Saat kabur, pelaku menyeret korban untuk kabur dan bersembunyi di gubuk persawahan, tak lain yakni tempat penemuan mayat. Saat itulah pelaku menjalankan aksi bejatnya,’’ terang Aiptu Joko Santoso Kanit Reskrim Polsek Purwodadi.
Menurutnya, Donon mendadak bernafsu untuk menggagahi gadis itu karena pengaruh miras. Namun EPN tidak mau menurutinya bahkan sempat berkata kasar kepada Huda.  Selain itu Huda juga mengaku pernah dijelek-jelekan Putri di depan pacarnya
"Pelaku terpengaruh alkohol dan juga ia tidak terima akibat diejek sehingga pelaku langsung naik pitam dan seketika itu pelaku memaksa untuk memuaskan nafsunya. Setelah memperkosa korban, pelaku tiba-tiba berinisiatif untuk menghabisi korban. Setelah menghabisi korban pelaku langsung kabur dan membuang celana korban," urai Kanit Reskrim.
Donon akhirnya berhasil menghabisi nyawa korban yakni dengan cara mencekik lehernya sampai sekarat, kemudian pelaku memukul korban dengan balok kayu ke tubuhnya. Merasa belum yakin, kepala korban ditimpa dengan batu.
Sampai berita ini diturunkan, petugas masih melakukan interogasi ketat kepada pelaku. Selain itu, Petugas juga berhasil menciduk teman-teman pelaku ketika pesta miras malam itu.
"Berdasarkan hasil lidik reskrim dan keterangan saksi, petugas langsung melakukan penyergapan di rumah pelaku, dan dengan mudah pelaku berhasil digelandang tak lebih dalam waktu 24 jam pasca kejadian. Seketika itu pelaku langsung digiring oleh petugas ke Mapolsek Purwodadi, untuk diinterogasi," jelas AKP Slamet Santoso Kapolsek Purwodadi.
Pelaku, lanjut Kapolsek, sementara dijerat dengan Pasal 338 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun atau seumur hidup kurungan penjara. Malang Post sendiri sempat mendatangi rumah keluarga korban di Sumbersuko. Namun, keluarga tak berkenan untuk memberikan keterangan atas nasib tragis yang menimpa EPN.

Berita Lainnya :