Anak Main Lilin, Rumah Terbakar

 
MALANG – Akibat anak main api, rumah Jalan Ikan Piranha Blok F 10, Kelurahan Purwodadi membara. Wiji Wahyuningsih 68 tahun, penghuni rumah menjadi korban luka bakar ringan pada Rabu malam lalu, 27 September 2017. Selain itu, dapur rumah dan teras rumah ikut terlalap api. Masyarakat sekitar panik dan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Kepala UPT PMK Kota Malang, Jose Bello menyebut penyebab kebakaran adalah anak kecil Kevin S berusia 5 tahun yang bermain lilin. 
“Keponakannya main lilin dan korek apik, kena kursi busa dan merambat ke dalam rumah,” kata Bello kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin.
Sekitar pukul 17.20 WIB, Kevin sedang duduk-duduk di atas kursi busa teras depan rumah. Dia memegang korek api lalu membakar kertas.
Bello menduga, api mengenai busa yang mudah terbakar lalu menjalar ke ruangan lain. Dapur rumah, tepat berada di sebelah ruang teras yang sedang terbakar.
Wiji sedang menggunakan kompor gas ketika api menyambar. Dapur rumah itu ikut membara dan membuat Kevin berteriak.
Agus 48 tahun dan Yuyun Widiasi 25 tahun penghuni rumah lainnya, kaget mendengar lengkingan suara bocah 5 tahun ini. Saat inilah, Agus dan Yuyun melihat api sudah menjilat-jilat ruang teras rumah dan dapur.
Mereka panik dan meminta tolong kepada tetangga sekitar. Masyarakat Jalan Ikan Piranha Blok F langsung menanggapinya. Warga memakai alat seperti ember dan selang air untuk memadamkan api. Tak lama, PMK Kota Malang datang ke lokasi dengan jumlah 3 armada mobil pemadam.
“Kita datang sekitar pukul 17.30 WIB dan mengerahkan 3 kendaraan PMK. Saat kami datang, api sudah mereda. Kami melakukan pendinginan agar tidak muncul titik api,” sambung Bello. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut menghubungi PMK ketika ada kebakaran terjadi di lingkungan sekitarnya.
“Warga takut telepon karena mengira ada biaya, padahal tidak demikian. Kami memang terima semua laporan, tapi harus ada verifikasi kebenaran informasinya. Setelah itu, kita baru meluncur. Kalau ada kejadian kebakaran, langsung telepon saja tidak usah takut melapor,” tutup Bello.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...