Segera Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Kandung

 
MALANG - Polisi segera menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Aman Dwi Prayogi, terhadap ibu kandungnya, Suyati 41 tahun, warga Jalan Indrokilo Selatan Lawang. Reka ulang ini nantinya, untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP). Demikian disampaikan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, kemarin siang.
“Rekonstruksi pasti dilakukan, hanya menunggu waktunya saja. Karena kasus pembunuhan harus ada rekonstruksi, untuk menjadi alat bukti sekaligus meyakinkan Hakim,” jelas Ujung.
Apakah ada rencana untuk dibawa periksa ke psikolog? Ujung mengatakan, untuk pemeriksaan kejiwaan masih melihat hasil pemeriksaan tersangka dalam BAP. Apakah dalam memberikan keterangan ngelantur ataukah tidak.
“Kalau keterangannya jelas dan tidak ngelantur, maka tidak perlu diperiksakan ke psikolog karena yang bersangkutan sehat. Baru jika keterangannya berbelit dan berubah, akan kami periksakan ke psikolog,” ujarnya.
Diakuinya, bahwa tersangka Aman memang sangat tenang. Ketika ditanya jawabnya selalu tegas. Bahkan, dari raut wajahnya sama sekali tidak terlihat penyesalan. Ia seperti merasa puas, karena sakit hatinya terlampiaskan.
“Ada penyesalan, tetapi sedikit,” kata Aman Dwi Prayogi.
Sementara kasus pembunuhan yang dilakukan Aman, terhadap ibu kandungnya ini langsung menjadi viral di media sosial. Banyak yang berkomentar hujatan untuk tersangka Aman. Terlebih lagi, foto-foto Aman ketika dalam tahanan di Polsek Lawang yang tampak tenang tanpa ada penyesalan.
Seperti akun facebook (FB) milik Dalgeo Lome. ‘Makane talah kerjo o seng genah,, wong tuo wedhok wes nglhairno awak u iku wes apik masio talah gk iso nuruti opo2…pikirane guoblok’. Gionatha Putra, juga ikut berkomentar. ‘Hukum seumur hidup…ojo di hukum mati cek ngerasakno siksaan dunia sek’.
Vanesa May Vanesa, juga tak mau kalah berkomentar. ‘Oalah dadi anak kok goblok men dadi wong iku gk usah irian…nek iso iku golek o dewe…senengno wongtuo mu…lakok mak e d pateni…dasar d pikiran mu iku opo lo isine…hadewww’. Mokhamad Kholik, berkomentar lain. ‘Njalok di bakar hidup2 anak model ngono iku’.
Sementara itu pihak keluarga masih berkabung dengan meninggalnya Suyati. Suami korban, Agus Suryanto itu tampak linglung dan lemas ketika menemui wartawan Malang Post di depan rumahnya, siang kemarin. Dia hanya berbicara dua kalimat saja sebelum meminta wartawan pergi dari kediamannya yang ditandai police line.
“Maaf jangan ditanya-tanyai dulu. Kami sedang berduka,” kata Agus yang mengungsi di rumah sebelah. 
Dia tampak masih terpukul karena anak keduanya Aman Dwi Prayogi yang tega menghabisi nyawa istrinya. Agus yang kesehariannya adalah tukang bangunan, tampak lunglai dan lesu.
Dia terlihat emosional karena konflik batin. Pada satu sisi, dia merasa sedih dan hancur karena istrinya yang meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Pada sisi lain, Agus tak bisa membenci anaknya sendiri yang diduga menjadi pelaku pembunuhan istrinya. Tak heran, Agus enggan berkomentar tentang tragedi dalam kehidupan keluarganya ini.
“Mohon pengertiannya, kalau cari info di lingkungan sekitar saja,” ungkap Agus lirih. 
Dia lalu merangkul pundak anak ketiganya, inisial TCA sembari meninggalkan halaman depan untuk masuk ke dalam rumah. TCA yang masih berstatus siwa kelas 7 salah satu SMP di Kecamatan Lawang.
Sebelumnya, dia sempat bercerita tentang kejadian nahas yang menimpa ibunya. Dengan nada polos, TCA mengaku sedang tidur ketika kakaknya berteriak minta tolong.
“Saya sedang tidur di dalam rumah. Jam empat pagi saya dengar kakak teriak,” kata TCA. Bocah berkulit sawo matang itu juga menyebut kejadian tersebut menjadi pertemuan terakhirnya dengan sang ibu ataupun sang kakak.
“Sejak itu belum lihat kakak lagi,” ungkapnya datar. TCA lalu menceritakan bahwa tahlilan untuk mendoakan ibunya sudah dilakukan Rabu malam lalu. Selain itu, TCA mengatakan jenazah Suyati sudah dimakamkan di TPU Sumber Mlaten, Kalirejo,
Lawang setelah kepolisian menyelesaikan olah TKP dan penyelidikan. Garis polisi pun dipasang sejak hari Rabu lalu. Masyarakat sekitar mengaku tidak percaya Aman bisa membunuh ibu kandungnya. 
“Saya sendiri menyesal dan sedih, kenapa hanya karena tak dibelikan helm bisa tega membunuh orang, apalagi membunuh ibu sendiri. Kasihan pak Agus dan anaknya yang masih kecil itu,” ujar salah satu warga sekitar.(fin/agp/jon)

Berita Lainnya :