magista scarpe da calcio Akibat Hirup Karbon Monoksida : Mengantuk, Pingsan, Lalu Koma


Akibat Hirup Karbon Monoksida : Mengantuk, Pingsan, Lalu Koma


Malang Post, Praktisi medis Malang, dr Nanang Tri Wahyudi SpKO menyebut gas karbon monoksida atau CO bisa menyebabkan kematian bagi manusia. Karena, sel tubuh manusia mengalami kerusakan tanpa adanya oksigen atau O2. Penyebab kematian tujuh orang di Balai Desa Ngadas diduga kuat adalah karena terpapar karbon monoksida terlalu lama.
“Manusia yang menghirup karbon monoksida terlalu banyak, bisa mengalami penurunan kesadaran seperti mengantuk,” kata dr Nanang kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin. Dokter yang bertugas di Persada Hospital Araya tersebut mengatakan, oksigen sangat penting bagi kerja sel tubuh dan organ manusia.
Setelah dihirup oleh manusia, oksigen mengalir lewat darah ke berbagai organ, termasuk jantung dan otak. Dr Nanang mengatakan, organ pertama yang mengalami kerusakan karena terlalu banyak karbon monoksida adalah otak. Tak lama setelah itu, organ tubuh lain mulai mengalami kegagalan fungsi. Rasa kantuk setelah menghirup CO juga akan diikuti efek lain yang lebih ekstrem.
Setelah menghambat pasokan oksigen dalam tubuh, CO membuat sistem syaraf terganggu. Indra penglihatan kabur, gangguan paru-paru, lemas, mual pusing hingga sesak napas. “Usai rasa kantuk menyerang karena karbon monoksida, manusia akan pingsan dan seperti tertidur. Setelah itu, dia langsung masuk fase koma. Jika tak segera disuplai dengan oksigen, maka dia akan meninggal,” kata dr Nanang.
Dokter tim Arema FC tersebut setuju dengan dugaan kehabisan oksigen sebagai penyebab kematian tujuh orang di Balai Desa Ngadas. Karena itulah, dia menekankan agar manusia tidak boleh terpapar karbon monoksida dalam sebuah ruangan tanpa ventilasi. Kasus kematian tujuh orang di Balai Desa Ngadas, juga tak lepas dari lingkungan serta kondisi cuaca di lereng gunung Bromo.
Dari keterangan polisi, para korban mati dalam kondisi ruang balai desa tertutup rapat untuk menahan dinginnya malam. Sementara, genset sumber energi cadangan sempat menyala karena menggantikan listrik dari PLN yang mati. Genset ini menjadi sumber penghasil gas karbon monoksida yang diduga kuat sebagai penyebab kematian.
Gas CO adalah senyawa residu dari gas buang bahan bakar fosil, yakni solar dan bensin.  “Saya meyakini, jika situasi korban terkurung dalam ruangan dengan genset menyala, maka hasil otopsi akan menunjukkan kadar karbon monoksida yang tinggi dalam darah korban,” tambah dr Nanang.(fin/han)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top