Kades Sudah Ingatkan Korban


MALANG – Kepala Desa Ngadas, Mujianto mengatakan kecelakaan yang menimpa tujuh orang di Balai Desa Ngadas, berawal dari pemadaman listrik PLN sekitar pukul 23.30 WIB, Kamis malam. Mujianto mengaku masih sempat ikut rapat di lokasi Balai Desa sejak pukul 20.00 WIB hingga tengah malam.
“Saya rapat di Balai Desa Ngadas mulai jam 8 malam sampai setengah dua belas malam. Setelah itu, listrik PLN padam. Pasca rapat, lima orang tukang tidur di Balai Desa. Sementara, dua petugas vendor Telkomsel, menyalakan genset untuk penerangan saat memperbaiki tower BTS,” kata Mujianto kepada wartawan di Instalasi Kedokteran Forensik RSSA Malang.
Mujianto menjelaskan, lima orang korban yang terdiri dari empat warga Poncokusumo dan satu warga Turen, adalah tukang dan kuli bangunan yang mengerjakan proyek pemugaran Balai Desa Ngadas. Yakni, Nurokhim 33 tahun Wonorejo RT 05 RW 02 Poncokusumo, Imam Safii 19 tahn Wonorejo Poncokusumo, Ahmad Saifudin 38 tahun Wonorejo RT 05 RW 02 Poncokusumo. Irawan 35 tahun Wonorejo Poncokusumo dan Jumadi 34 tahun warga Jalan Roman RT 02 RW 02 desa Gedog Wetan Turen.
Sedangkan, dua teknisi yang berasal dari Lamongan dan Samaan Klojen, yaitu Hasrul Prio Purnomo 29 tahun Mojodadi RT 04 RW 04 Kedungpring Lamongan dan Muhammad Yusuf 21 tahun Jalan JA Suprapto gang 1/93 D Samaan Klojen. Saat dua teknisi vendor Telkomsel itu sedang memperbaiki jaringan, lima tukang lainnya tidur di dalam Balai Desa.
“Saya sudah mengingatkan agar tidak menutup pintu balai desa supaya ada pergantian udara setelah genset menyala. Mereka mengiyakan. Setelah itu saya meninggalkan lokasi. Sekitar setengah 7 pagi saya dapat informasi kalau para pegawai sudah meninggal di dalam balai desa,” sambung Mujianto.
Genset tersebut berada di dalam ruangan balai desa karena tidak memiliki tenaga penjaga yang mencukupi di malam hari. Kabag Ops Polres Makota, Kompol Sunardi Riyono memimpin olah TKP lokasi kematian para korban di Ngadas. Setelah itu, dia juga turun langsung ke KM RSSA Malang untuk memantau proses evakuasi dan otopsi jenazah.
“Sebenarnya pak kades sudah mengingatkan agar tidak menutup pintu. Tapi mungkin karena cuaca yang sangat dingin di Ngadas, mereka menyalakan genset di dalam ruang tertutup,” kata Sunardi.
Perwira dengan satu melati di pundak itu menyatakan, dugaan sementara penyebab kematian para korban, adalah karena keracunan karbon monoksida.
“Dugaan sementara karena kehabisan oksigen atau keracunan karbon monoksida hasil pembakaran bahan bakar genset. Semua ventilasi ditutup rapat, ” tegas Sunardi.
Dia mengimbau warga agar berhati-hati saat menghidupkan genset di dalam sebuah ruangan, ataupun saat menghidupkan AC dalam mobil yang tidak berjalan.
“Hati-hati, jangan menghidupkan AC saat mobil berhenti. Jangan lupa selalu buka jendela agar tidak mengulangi kasus ini,” tutupnya.(fin/ary)

Berita Lainnya :