Pengedar Sabu Segenggeng Didakwa

 
MALANG – Peredaran narkoba di Malang Raya menjadi perhatian Kejaksaan Negeri Malang. Para anggota korps adhyaksa tak memberi kompromi bagi para pengedar barang haram. Akhir bulan September 2017, jaksa Kejari Malang Isye Sufradhani SH MHum mempersiapkan dakwaan untuk Rochmad alias Batu, warga Segenggeng Wonokerso Pakisaji yang mengedarkan sabu-sabu.
“Terdakwa dengan permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I jenis shabu,” kata Isye dalam berkas dakwaan 507/Pid.Sus/2017/PN Mlg.
Isye merinci, terdakwa menjalankan peredaran narkoba dengan memesan sabu-sabu dari pengedar lain bernama Didik. Dia memesan sabu-sabu seberat 1 gram dengan harga Rp 1,4 juta. Setelah sepakat dengan harga tersebut, Rochmad menghubungi Tuwid, untuk mengambil sabu-sabu dari Didik.
Dalam berkas dakwaan, Tuwid menjadi kurir transaksi jual beli sabu-sabu. Rochmad lalu menerima sabu tersebut dan membaginya menjadi 6 paket. Dia menyerahkan 5 paket klip sabu kepada Tuwid untuk dijual dengan harga Rp 300 ribu per paket. Jika sudah terjual, maka Rochmad akan membagikan keuntungan dari penjualan lima paket sabu itu kepada Tuwid.
Rochmad menjanjikan keuntungan uang Rp 50 ribu. Tuwid berhasil menjual 4 plastik klip sabu. Namun, aksi Tuwid dan Rochmad tersebut sudah terendus oleh Resnarkoba Polres Makota. Saat hendak menjual paket terakhirnya, Tuwid digelandang Polres Makota. Sabu-sabu seberat 0,26 gram tersebut menjadi barang bukti yang menyeret nama Rochmad. 
Dua anggota buser menggerebek rumahnya di Segenggeng. Polisi menyita satu buah pipet kaca yang masih memiliki kristal meth dengan berat bersih sekitar 0,030 gram. Rochmad tak bisa mengelak dan ditahan oleh Resnarkoba. Setelah penyidikan, polisi melimpahkan berkas Rochmad kepada Kejari Malang.
Dia dijerat dengan dua pasal sekaligus, yakni 114 dan 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Rochmad dijadwalkan menjalani sidang pertamanya di PN Malang pada 10 Oktober mendatang.(fin/jon) 

Berita Lainnya :