Terjadi Lagi, Wanita Tersambar Kereta


 
MALANG – Masih belum genap 48 jam penemuan korban laka kereta api di Lawang, kemarin siang terjadi lagi insiden serupa. Namun kali ini korbannya adalah wanita dengan umur sekitaran 70 tahun dan tanpa identitas. 
Dari data yang dihimpun, wanita yang belum diketahui identitasnya tersebut berjalan dengan tertatih-tatih hendak menyeberang lintasan kereta api. Diduga berbarengan dengan kereta api yang melaju ke arah Malang.
Diduga wanita itu tidak mendengar klakson dari kereta serta tidak mengetahui adanya kereta yang akan melintas. Wanita tua yang sudah terlanjur berada di tengah lintasan rel disambar kereta tersebut.
Sambaran itu mengakibatkan korban terlempar jauh sehingga warga yang berada di sekitar segera datang melihat keadaan dan menyelamatkan wanita tersebut. Namun nahas nasib yang dialami oleh wanita tua tersebut. Ia dinyatakan meninggal di tempat dengan bersimbah darah.
“Nenek itu terlempar jauh sekali karena kereta yang datang juga dalam keadaan yang kencang serta tubuh ringkih nenek itu tidak mampu untuk melakukan gerakan reflek menghindari kereta” papar Slamet yang saat itu berada di lokasi kejadian. 
Ia menegaskan bahwa korban dipastikan meninggal ditempat akibat dari luka yang dialami dari kepala sebelah kanan.
“Saat itu saya sedang menjemur pakaian dan saya melihat sendiri ada mayat yang jatuh ke paving samping kiri sebelah lintasan rel akibat terlempar ditabrak kereta. Ia jatuh cukup keras,” ungkap Sutinah yang merupakan warga sekitar. 
Saat melihat kejadian tersebut ia terkejut dan menjerit sambil berlari ke dalam rumah karena merupakan kali pertama menyaksikan hal mengerikan tersebut. AKP Slamet Santoso S.H selaku Kapolsek Purwodadi membenarkan kejadian tersebut.
“Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 13.40 WIB. Lokasi kejadiannya sama persis dengan kejadian sebelumnya, di Dusun Simping RT 01 RW 09 Desa Turirejo. Namun lebih tepatnya di KM 29 sehingga sudah termasuk area Purwodadi,” ungkapnya saat di konfirmasi Malang Post. 
“Korban yang belum diketahui identitasnya itu memakai kebaya warna hijau, untuk saat ini korban dievakuasi di Puskesmas Purwodadi, lalu kemungkinan akan di rujuk ke Rumah Sakit Porong guna divisum” pungkasnya. (mg1/jon)

Berita Lainnya :