Diduga Palsukan Tanda-Tangan, Kades Kalisongo Dilaporkan

 
MALANG - Drs. Supandi, warga di Jalan Pondok Benowo Indah Blok OO No. 10 Surabaya melaporkan Kades Kalisongo Siswanto, SP ke Polres Malang, Selasa (2/10) kemarin. Supandi menuduh Siswanto memalsukan tanda tangan surat-surat tanah.
Pengaduan ini dikarenakan Supandi merasa jika surat-surat tanah yang diduga dibuat kades belum ditandatanganinya. Pasalnya, pelapor merasa belum melunasi harga seluruh tanah yang akan dibelinya dari saudara Timbul. Tanah tersebut berlokasi di Desa Kalisongo dengan luas tanah sekitar 8.090 meter persegi.
Supandi mengatakan jika dirinya merasa tidak pernah menandatangi dan belum mengadakan jual beli dengan suatu Akta Jual Beli (AJB) terhadap tanah milik Timbul.
“Saya tidak pernah merasa menandatangi beberapa surat keterangan riwayat tanah yang belum saya beli kepada saudara Timbul. Yang kemudian saudara timbul berikan kepada saya. Padahal saya tidak pernah menandatangi surat-surat tersebut,” ujar Supandi kepada Malang Post.
Dalam pelaporannya, Supandi membawa beberapa bukti surat-surat yang diduga telah dipalsukan kades. Kemudian laporan tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian atau SPK untuk dipelajari terlebih dahulu.
Sementara itu, pihak terlapor Siswanto SP merasa tidak pernah memalsukan tanda tangan saudara Supandi yang melaporkan dirinya. 
“Saya merasa tidak pernah berurusan dengan hal itu dan saya tidak pernah melakukan pemalsuan tanda tangan surat-surat tanah tersebut. Memang jika pelapor punya rencana untuk membangun perumahan di Desa Kalisongo,” terang Siswanto saat dihubungi Malang Post.
Sementara itu Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik menjelaskan dalam proses pengaduan ada beberapa tahapan yang akan dilalui. Setelah pelapor diterima SPK, pihaknya akan mempelajari dulu, apakah perkara tersebut masuk dalam pidana atau perdata.
Setelah itu, lanjut Taufik, akan dikoordinasikan dengan reskrim untuk kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap berkas-berkas. 
“Setelah dilakukan pemeriksaan terghadap berkas bukti-bukti, barulah kita akan panggil saksi, baik pelapor dan terlapor untuk menentukan langkah selanjutnya. Yang kemudian menunggu hasil gelar perkara setelah ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya. (eri/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :