Tiga Remaja Lima Kali Bobol Kotak Amal

 
MALANG – Ulah tiga remaja di bawah umur bernama Benjol, Penyok dan Gembos (bukan nama sebenarnya) menggegerkan warga Jalan Letjen Sutoyo gang 3, Lowokwaru. Siang kemarin, tiga remaja berusia 14 tahun ini mencuri uang di dalam kotak amal Masjid Diponegoro. Aksi mereka terekam CCTV dan ketahuan oleh takmir masjid.
Akibatnya, para remaja putus sekolah tersebut digelandang ke Polsek Lowokwaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Sudah lima kali mengambil di sini. Sekali ambil Rp 75 ribu. Saya dari Ketawanggede,” ungkap Gembos, 14 tahun kepada petugas Polsek Lowokwaru saat dimintai keterangan di depan masjid, siang kemarin.
Penangkapan tiga maling kotak amal, berawal dari kecurigaan takmir masjid terhadap penurunan jumlah uang amal yang dikumpulkan tiap minggu. Dalam beberapa pekan terakhir, nilai amal sangat jauh merosot walaupun jumlah jamaah tidak berkurang. Takmir curiga ada orang luar yang mengambil uang di dalam kotak amal dengan cara mencuri.
Kecurigaan itu makin kuat, karena para takmir sering melihat sebuah sepeda motor asing terparkir di depan masjid, dengan nomor plat yang sama. Akhirnya, kemarin takmir memutuskan untuk melakukan pengintaian setelah Salat Dhuhur. Tak lama, Benjol, Penyok dan Gembos pun datang sekitar pukul 14.03 WIB.
Penyok berjaga di luar. Sedangkan, Benjol dan Gembos pura-pura mengambil air wudlu. Dia mendekati kotak amal di ruang salat wanita lalu menutup korden. Mereka menunggu ruang masjid kosong karena masih ada jamaah yang salat.
Setelah memastikan ruang masjid sepi, mereka lalu memegangi kotak amal. Belum sempat melancarkan aksinya, Ruwidya Istanto takmir Masjid Diponegoro bergegas ke dalam, dan memergoki Benjol dan Gembos.
“Ada yang berjaga di luar, ada yang pura-pura ambil wudlu dan pura-pura salat. Setelah sepi, mereka menutup gorden ruang salat wanita untuk mengambil uang. Belum sempat mencuri, pak Ruwidya datang dan menangkap mereka,” kata takmir masjid Diponegoro, Hari Bagyo, 77 tahun kepada wartawan, sore kemarin.
Kepada takmir dan polisi, para remaja ini mengaku sudah lima kali mencuri uang kotak amal. Pasalnya, uang amal di Masjid Diponegoro mencapai Rp 900 ribuan per minggu. Belum lagi, saldo uang masjid adalah Rp 90 jutaan.
Sehingga, para pelaku menetapkan Masjid Diponegoro sebagai targetnya. Mereka memakai dua buah lidi, ukuran panjang dan pendek. Mereka mengoleskan lem di ujung lidi untuk mencabut uang dari dalam kotak amal.
“Kita akan memperketat pengawasan. Kita juga sudah punya CCTV untuk mengantisipasi pencurian uang kotak amal,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru, AKP M Roichan tiga remaja itu masih diproses. “Masih dalam proses penyidikan,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :