magista scarpe da calcio Kelompok Pemuda Tawuran


Kelompok Pemuda Tawuran

 
MALANG – Ketenangan warga RT 06 RW 09 Jalan Danau Paniai Utara, Madyopuro terusik oleh ulah sekelompok anak muda di rumah nomor C7 G4. Senin dini hari, kelompok pemuda itu tawuran di jalan kampung saat warga sedang terlelap tidur.
Keributan di kampung Paniai Utara itu dimulai dari kedatangan kelompok pemuda lain ke perumahan warga, hari Minggu jelang tengah malam. Mereka mendatangi rumah C7 G4 dan menantang berkelahi para penghuni rumah itu. Adu pukul dan baku hantam terjadi sehingga membangunkan warga sekitar.
Saat warga bangun, kelompok pemuda lain sudah lari. Tapi, keributan masih terjadi karena para kelompok pemuda di rumah nomor C7 G4 berada di bawah pengaruh minuman keras. 
“Mereka mabuk, lalu tidak terima ditegur warga, bahkan menantang warga,” kata Bintara piket Polsek Kedungkandang, Aiptu Supratono kepada Malang Post, Senin dini hari .
Kelompok pemuda di dalam satu rumah tersebut mencapai belasan orang. Beberapa di antaranya, adu mulut dengan warga yang tidak terima dengan kegaduhan dan keributan tersebut. Merasa sudah terganggu ketentramannya, warga melapor kepada Polsek Kedungkandang dan Koramil Kedungkandang.
Tak lama, petugas piket kepolisian dan Bhabinkamtibmas datang. Adu mulut kembali terjadi karena para kelompok pemuda ini melawan secara verbal ketika diinterogasi oleh polisi. Para pemuda itu juga menghalang-halangi para petugas yang mengamankan motor tanpa surat serta motor modifikasi yang melanggar aturan.
“Tunjukkan dulu suratnya mana! Motor ini tidak ada suratnya, kalau mau ambil silakan datang ke kantor. Kamu sendiri gak bisa menunjukkan identitas! Ayo sekarang mana identitas kamu. Kalian ini suket teki, tahu apa suket teki? Salah tapi tidak mau mengaku salah,” ujar salah satu polisi piket.
Masyarakat memang sudah lama geram dengan perilaku tidak sopan dari para kelompok pemuda yang kontrak di rumah C7 G4 ini. Mereka tidak menunjukkan tata krama ketika berada di lingkungan sekitar. Mereka juga hobi kebut-kebutan di dalam kampung dengan suarat knalpot modifikasi yang memekakkan telinga.
Warga kampung sudah cukup sabar dengan perilaku para pemuda itu. Namun, karena aksi mereka hari Senin dini hari sudah kelewatan, warga memanggil kepolisian dan koramil untuk menertibkan mereka. Ketua RT 06 RW 06, Sakti yang datang ke lokasi keributan, menegur para pemuda tersebut.
“Mereka salah karena datang dan tinggal menetap ke kampung ini, tanpa laporan ke RT. Sekarang kalau sudah begini siapa yang repot. Karena itu kita lakukan pendataan. Tujuan mereka di sini belajar, bukan memancing keributan. Saya juga minta jangan ada minuman keras,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :