Polisi Asusila Bekuk Enam Pengamen


PASURUAN - Polisi mengamankan para pengamen yang melakukan kekerasan seksual ke gadis usia 14 tahun. Para pengamen jalanan ini mengakui telah menggilir warga asal Pakisaji, Malang.
“Berdasarkan penyidikan dan pengembangan, dari enam yang diamankan, lima orang melakukan perbuatan itu. Sedangkan satu orang hanya menjaga lokasi,” kata Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo, kemarin.
Aksi kekerasan seksual ini dilakukan dengan ancaman senjata tajam. Di bawah tekanan itu pula korban dipaksa minum-mimuman keras. Dalam keadaan teler, korban kemudian dipaksa melakukan hubungan intim secara bergantian.
“Setelah melakukan perbuatan itu, para tersangka membawa korban ke rumah teman tersangka di Rejoso. Anggota yang menerima laporan, langsung bergerak mengamankan para tersangka,” terangnya. Sementara para tersangka mengakui telah melakukan kekerasan seksual itu.
“Saya yang duluan, (lalu) digilir,” kata salah seorang tersangka. Nasib tragis yang dialami korban ini bermula saat DP bersama seorang wanita dan empat teman prianya hendak ke Situbondo dari Malang, Minggu (1/10) pukul 20.30.
Namun mereka turun di Terminal Blandongan, Pasuruan, karena kehabisan ongkos. Di lokasi mereka sebenarnya hendak mencari tumpangan untuk meneruskan perjalanan. Namun, mereka bertemu dengan tiga pengamen yakni Edi Santoso, 23, Ahmad Arif, 18, warga Rejoso dan Ahmad Maimun, 24, warga Kota Pasuruan.
Entah setan apa yang ada di benak tiga pengamen ini sehingga tiba-tiba berniat kasar pada lima warga Malang ini. Dengan ancaman senjata tajam, kelima korban diseret ke persawahan. Sempat mengintimidasi dengan memukuli salah satu korban, tiga pengamen ini menyeret DP menjauh dan memperkosanya bergiliran.
Puas memperkosa DP, tiga pengamen ini lalu membawanya ke Kelurahan Purutrejo. Di sana, sudah menunggu tiga teman pelaku, yakni Sudarsono, 24, warga Rejoso, M Arif , 19, warga Kota Pasuruan dan AP, 17, warga Rejoso.
Para pelaku ini kemudian membawa DP ke pepohonan pisang dan kembali diperkosa. Sementara AP, hanya mengamankan lokasi agar tak diketahui orang lain. “Motif yang mendasari aksi para tersangka ini masih dalam penyidikan,” terang Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Arum Sari Puspita Sari Dewi.
Lima tersangka yang melakukan pemerkosaan dijerat pasal 81 ayat 1 UU RI/35/2014 tentang perlindungan anak. Sedangkan AP, dijerat pasal 55 dan pasal 56. AP tak terlibat dalam pengeroyokan dan pemerkosaan, namun melakukan pembiaran saat aksi pemerkosaan dilakukan. (bj/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...