ABG Simojayan Ditemukan Jadi Mayat


MALANG - Masyarakat Desa Simojayan digemparkan dengan penemuan sesosok tubuh tanpa nyawa di sungai Kalimanjing, Senin (2/10) malam. Mayat tersebut adalah Rudi Ananda Pratama, 18, warga Dusun Kalirejo RT15 RW08 Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading.
Ia diketahui pergi dari rumah sejak Rabu (20/9) lalu ke rumah kakaknya yang masih satu desa. Namun, sepeda motornya, Honda Beat, N 6501 EEL diketahui terparkir di jembatan Kalimanjing dalam kondisi mesin masih menyala.   
Tidak pulang hingga esok hari, pihak keluarga melapor ke Mapolsek Ampelgading. Penemuan mayat ini yang membuat masyarakat desa berbondong-bondong datang menuju TKP karena merasa penasaran.
Kapolsek Ampelgading, AKP Trianto membenarkan mayat itu adalah Rudi Ananda Pratama yang diketahui dilaporkan menghilang selama 13 hari. “Korban ditemukan di Kedung atau coban aliran sungai Kalimanjing sekitar pukul 16.00,” katanya.
Warga yang mengetahui hal ini, menurut dia, lalu melapor ke polisi. Dari informasi yang telah dikumpulkan, Trianto menjelaskan adanya dugaan bunuh diri yang dilakukan korban karena permasalahan keluarga.
“Diduga kuat motif korban melakukan hal tersebut karena orangtuanya yang bercerai. Korban menginginkan kedua orangtunya rujuk kembali,” bebernya. Tidak hanya itu, sebelum menghilang korban juga sempat meninggalkan pesan melalui akun Facebook miliknya.
Pesannya cukup seram: "Hmmm slmt tinggal semuanya bismilahhh" pada 20 September 2017 pukul 12.23. “Dengan pesannya di media sosial ini, semakin menguatkan dugaan bunuh diri yang dilakukan korban,” ujar dia.
Ditegaskan Trianto, keluarga korban menolah dan keberatan dilakukan otopsi. Mereka memilih membuat surat pernyataan penolakan otopsi itu. Pemeriksaan hanya dilakukan tim medis dari Puskesmas Ampelgading.
“Sementara dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh pemuda ini,” ungkap kapolsek. Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo  menjelaskan, saat penanganan evakuasi di TKP berjalan cukup lama.
Pasalnya TKP berada di bawah jurang sedalam 150 meter. "Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam dengan menggunakan teknik vertikal resque, karena kondisi TKP yang curam,” terang Tomo. (eri/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...