Mau Untung, Kobar Malah Buntung

 
MALANG – Maunya ingin mendapat untung besar dengan mengedarkan sabu-sabu (SS), namun justru masuk penjara. Nasib itulah yang harus dijalani Masiri alias Kobar, 40, warga asal Bangkalan, Madura, Selasa (3/10) lalu. 
Ia ditangkap tim gabungan Satreskoba Polres Malang dan Polsek Tumpang di Jalan Raya Tumpang, saat hendak mengantarkan barang haram tersebut. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan SS seberat 13,03 gram yang dikemas menjadi 12 poket kecil terbungkus plastik transparan. SS tersebut, ditemukan petugas di dalam saku celananya.
“Dia adalah pengedar. Kami masih mengembangkan kasusnya, untuk memburu pemasoknya,” ujar Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat didampingi Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf Suryadi. 
Menurutnya, penangkapan Masiri alias Kobar ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau akan ada kiriman SS dengan jumlah besar ke wilayah Kabupaten Malang. Berdasarkan informasi itu, Satreskoba Polres Malang bersama Polsek Tumpang, lantas menyelidiki. 
Saat diketahui Masiri alias Kobar ini, akan menuju wilayah Kecamatan Poncokusumo, polisi lantas melakukan penghadangan di Jalan Raya Tumpang. Semula saat dihentikan, Kobar mengelak tuduhan membawa SS. 
Namun begitu digeledah dan ditemukan barang bukti, ia tidak bisa lagi mengelak. “Sabu-sabu tersebut berasal dari Madura. Sedianya akan diedarkan di wilayah Kabupaten Malang dan Blitar,” tuturnya.
Dia mengatakan, tersangka Kobar, juga tinggal di wilayah Poncokusumo. Sementara itu, dalam pemeriksaan, Kobar mengaku kalau dirinya baru sekali saja mengirim SS ke wilayah Kabupaten Malang. SS tersebut didapat dari seorang temannya asal Madura.  
Satu gram SS dibeli dengan harga Rp 1 juta, yang kemudian akan dijual lagi dengan harga Rp 1,3 juta. “Baru sekali ini saja. Sedianya akan saya kirim ke Blitar. Ke Poncokusumo, hanya mau mampir ke rumah teman saja,” ucap Masiri alias Kobar. (agp/mar)

Berita Lainnya :