magista scarpe da calcio Ipung Digerebek di Losmen Talangagung


Ipung Digerebek di Losmen Talangagung

 
MALANG - Kendati sudah tertangkap tangan, namun Ipung Rudianto, 34, masih saja mengelak. Warga Desa Ngadilangkung, Kepanjen ini menolak dituduh melakukan perbuatan asusila terhadap Bunga (nama samaran), 17, warga Desa Mangunrejo, Kepanjen. 
Padahal, ia digerebek keluarga korban saat berduaan dalam kamar Losmen Talangagung, Kepanjen, Selasa petang.
“Saya dijebak. Sama sekali saat itu tidak melakukan apapun. Dia adalah teman istri saya,” elak tersangka.
Menurut penuturannya, ia kenal dengan Bunga sekitar dua bulan lalu. Bunga diakui adalah teman istrinya. Selama ini, korban sering datang ke rumahnya, terutama untuk melayat ketika ibu serta anaknya meninggal dunia.
Dari perkenalan tersebut, Ipung mengaku kalau petang itu dihubungi oleh Bunga. Korban meminta ditemui di sebuah Losmen Talangagung, Kepanjen.
“Saya dipaksa masuk ke kamar. Tujuannya apa, saya juga tidak tahu karena tiba-tiba keluarganya datang,” ujar Ipung, panggilannya.
Sementara sesuai keterangan korban kepada penyidik, kalau dia disetubuhi oleh Ipung sebanyak tiga kali, sejak bulan Agustus lalu. Semua dilakukan dalam kamar Losmen, Kepanjen. Mereka saling mengenal, setelah sebelumnya tersangka kenal dengan kakak korban. 
Sebelum menyetubuhi, korban beralibi mengajak korban untuk ketemuan. Selain sekadar minum kopi, juga diajak karaoke. Baru setelahnya, Bunga dirayu untuk mau melakukan hubungan layaknya suami istri. Setiap kali usai bercinta, tersangka selalu memberi uang kepada korban.
Terungkapnya perbuatan bejat tersangka ini, berawal ketika orangtua korban curiga dengan perubahan sikap anaknya. Kemudian petang itu, secara diam-diam mengikuti Bunga yang janjian ketemu dengan tersangka. 
Begitu mereka berdua masuk ke dalam kamar Losmen Talangagung, keluarga korban langsung menggerebek. UPPA Satreskrim Polres Malang menjeratnya dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. (agp/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang