Polisi Bakal Jemput Paksa Nanik

 
MALANG - Satreskrim Polres Malang Kota (Makota) bakal menjemput paksa Nanik Indrawati alias Suparmi, 53, warga Perum Pondok Blimbing Indah Malang. Berkas tersangka mark up dana pembebasan lahan untuk perumahan di Kedungkandang ini, dinyatakan sudah sempurna.
“Ya, sudah P21. Kami sudah panggil tersangka. Kalau tidak datang, kita jemput,” tegas Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi Purnomo.
Seperti pernah diberitakan, Nanik dituding melakukan mark up dana pengajuan pembebasan lahan. Nilai sebenarnya adalah Rp 2,7 miliar.
Namun ia memark up harga tanah itu menjadi Rp 4,7 miliar. Artinya, mantan kasir PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) di Buring itu dituding menikmati uang hingga Rp 2 miliar untuk kepentingan pribadinya.
Perusahaan tempatnya bekerja hanya memakai satu berkas pembebasan lahan, hasil audit internal serta lampiran transfer uang rekening koran perusahaan, untuk disetorkan sebagai bukti ke polisi. 
“Dia segera kami serahkan ke JPU Kejari Malang,” ungkap perwira yang akan dipromosikan menjadi Kanit Reserse Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya itu.
Sementara itu, Gunadi Handoko, SH, kuasa hukum Nanik menyebut pihaknya sudah mempersenjatai diri dengan bukti-bukti dalam sidang PN Malang nanti. 
“Klien saya siap menghadapi persidangan. Nanti kita akan buka fakta sebenarnya,” ujar Gunadi kepada Malang Post, sore kemarin. Kliennya, diakui dia masih belum menjadi tahanan Kejari Malang karena tahap kedua belum rampung. 
“Tinggal tahap dua, klien saya belum dititipkan di lapas,” tegasnya.
Pada sisi lain, General Manager PT STSA, Hani Irwanto menyebut terbitnya P21 kasus dugaan penggelapan dalam jabatan adalah titik terang.
“Dengan P21 ini, berkas laporan kami kepada polisi bisa diterima dan memenuhi unsur pelanggaran pasal di KUHP sehingga berlanjut ke kejaksaan. Kita akan kawal dan pantau terus,” ujar dia. (fin/mar)

Berita Lainnya :

loading...