Lagi! Teror Hewan Buas


 
MALANG - Makhluk menyerupai anjing, kembali menebar teror di Karangploso. Dini hari kemarin, dua ekor kambing milik Uni, 53, diserang. Kepada wartawan, ia mengaku memergoki dua hewan buas itu memangsa kambingnya. “Sekitar pukul 02.15,” katanya.
Keterangan yang dihimpun, Uni sedang terlelap di kamar tidur rumahnya, Dusun Wunutsari RT43 RW09 Blok 3 I Perum IKIP Desa Tegalgondo, Karangploso. Wanita ini mengaku terbangun ketika mendengar suara kambing mengembik cukup keras. 
Dia terbangun dari ranjangnya, lalu mendatangi sumber suara. Saat keluar rumah inilah, Uni mendengar suara kegaduhan belum berhenti dari dalam kandang kambing di depan rumahnya. Spontan ia kaget bukan kepalang.
Belum habis rasa kagetnya, Uni melihat dua makhluk menyerupai anjing keluar dari dalam kandang kambing miliknya. Dari keterangan Uni, dua makhluk menyerupai anjing tersebut memiliki ciri-ciri serupa dengan binatang yang meneror domba-domba warga bulan lalu. 
Yakni, badan besar dan gempal dan warna bulu hitam. Tanpa pikir panjang, Uni mengambil batu di sekitar kandang dan melemparkannya ke arah salah satu makhluk tersebut.
“Anjingnya berwarna hitam. Keduanya lari ketika saya lempar pakai batu,” terangnya. 
Ibu satu anak tersebut lalu masuk ke dalam kandang dan menjumpai dua kambingnya sudah dalam posisi tergeletak. Leher dua ekor kambing itu terkoyak seperti bekas gigitan di bagian perut dan leher.
“Sebenarnya mau saya buat aqiqah untuk kedua keponakan saya,” tambah dia.
Hanya saja, karena dua kambingnya terlanjur sekarat, Uni memutuskan untuk menyembelihnya selagi masih hidup. Ia mengaku tidak tahu kemana hewan buas itu pergi karena lebih memikirkan dua kambingnya ketimbang melakukan pengejaran.
Pihak Polsek Karangploso mengaku masih menyelidiki kasus tersebut. Kapolsek Karangploso, Kompol Farid Fathoni menyebut pola penyerangan makhluk buas itu hampir sama dengan yang terjadi sebelumnya di Tegalgondo. 
Peristiwa penyerangan terhadap kambing ataupun domba yang dilakukan hewan buas, sempat berhenti beberapa saat setelah warga terutama yang tinggal di Kabupaten Malang melakukan ronda secara bergiliran. (fin/mar)

Berita Lainnya :