Seluruh Korban Kebakaran Sudah Dimakamkan

kebakaran karangbesuki

MALANG – Satu persatu korban tragedi ledakan berujung kebakaran hebat pabrik milik Samuel Trisnawan dimakamkan, kemarin. Paling awal, pemakaman korban Suwarnoto alias Ableh sekitar pukul 08.30 WIB di TPU Jalan Candi.
Berturut-turut Anifatu Jahroh (Ani) dan ibunya Sarmini dimakamkan pada pukul 10.00 di TPU Kucur. Lalu . Sri Ismawati (Iis) dimakamkan pada pukul 10.30 WIB di TPU Petungsewu Dau. Dan Ningsih dimakamkan pada pukul 11.00 di TPU Klaseman Desa Kucur Dau.
Suasana sedih terlihat jelas ketika jenazah telah sampai di rumah duka masing-masing. Keluarga seperti tidak percaya atas musibah yang baru saja dialami oleh salah satu kerabatnya. Namun, masih ada juga yang bertanya-tanya, soal musibah itu. Contohnya di keluarga Ningsih, yang tak percaya korban pindah bagian kerja.
“Ningsih dulu di bagian counter pulsa dan handphone yang juga merupakan salah satu usaha milik Samuel, lalu dipindahkan ke bagian pabrik,” tutur Irwan kakak Ningsih kepada Malang Post
Sementara itu, di keluarga Suwarnoto, Suliasih, 36 tahun, warga Jalan Raya Candi VI RT 09 RW 06  Kelurahan  Karangbesuki, Kecamatan Sukun, masih tak menyangka jika suaminya tiada. Siang hari sebelum ledakan ia terakhir bertemu dengan Suwarnoto. Ditemui Malang Post di rumahnya, Suliasih pun tak dapat menahan kesedihannya.
”Dia itu (Suwarnoto) bekerja sampingan saja di pabrik lem. Karena sehari-hari, bapak sudah memiliki pekerjaan lain,’’ kata Asih.
Dia menyebutkan kesehariannya suaminya bekerja di Asrama Frateran Mardi Wiyata di Tidar. Kendati di pabrik lem merupakan pekerjaan sampingan, tapi tidak dipungkiri bahwa suaminya bekerja sangat lama. Bahkan, sejak belum menikah. Bahkan menurut  Asih, di pabrik lem itulah, dia bertemu dengan Suwarnoto, selanjutnya merajut kasih dan menikah.  ”Saya juga dulu bekerja disana. Makanya saya tahu kondisi di sana bagaimana,’’ katanya sembari menitikkan air mata.
Sementara firasat justru diceritakan oleh Niati, salah satu kerabat Suwarnoto. Ditemui di rumah duka, Niati mengatakan jika pagi sebelum kejadian, Suwarnoto sempat bercerita kejatuhan cicak.
”Sempat cerita kejatuhan cicak. Tapi adik saya mengatakan tak mau memikirkan, dan berusaha berpikir positif,’’ ungkapnya.(mg1/ira/ary)

Berita Lainnya :

loading...