Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Kandung Digelar di Rumah Warga

 
MALANG – Kasus pembunuhan yang sempat menggegerkan warga Jalan Indrokilo Selatan, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang pada Rabu (27/9) dini hari lalu, segera direkontruksi. Reka ulang tersebut, untuk mengetahui secara pasti adegan pembunuhan sadis yang dilakukan Aman Dwi Prayogi, 21, terhadap ibu kandungnya Suyati, 41.
“Sebetulnya besok (hari ini, red) kami rekontruksi (kasus pembunuhan ibu kandung, red). Tetapi kemungkinan akan kami tunda, karena penyidik masih belum siap. Namun yang pasti rekontruksi akan kami lakukan secepatnya,” ungkap Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito.
Dikatakannya, reka adegan pembunuhan tersebut, selain ingin mengetahui alur cerita pembunuhan, juga untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP). Apalagi pembunuhan tersebut dilakukan tunggal atau seorang diri.
“Kasus pembunuhan wajib untuk rekontruksi. Setelah selesai reka adegan, secepatnya berkas akan kami kirim ke Kejaksaan Negeri Kepanjen,” ujarnya.
Untuk lokasi rekontruksi, lanjut mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini, tidak akan menggunakan TKP atau lokasi pembunuhan. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Polisi tidak mau, tersangka Aman menjadi sasaran amuk warga yang geram dengan perbuatan sadisnya.
“Mungkin kalau tidak di sekitar Polsek Lawang, kami akan meminjam rumah warga yang dekat dengan kantor. Karena jika rekontruksi di TKP, sangat tidak memungkinkan,” tuturnya.
Apakah tersangka mengalami gangguan kejiwaan ? Hadi, menegaskan bahwa kondisi tersangka Aman sehat. Bahkan, dari pemeriksaan ternyata usai membunuh, tersangka sempat mengambil uang Rp 300 ribu milik ibunya (korban, red). Uang tersebut baru saja diambil oleh korban di ATM, karena dapat kiriman dari suaminya yang bekerja di luar pulau.
Sekadar diketahui, Rabu (27/9) warga Jalan Indrokilo Selatan, Kelurahan Kalirejo, digegerkan dengan pembunuhan sadis yang dilakukan Aman Dwi Prayogi, 21. Hanya karena tidak dibelikan helm dan menaruh dendam, ia tega menghabisi nyawa ibu kandungnya, Suyati, 41. 
Ibunya dipukul kepalanya dengan menggunakan talenan. Setelah sekarat, tubuh ibunya digantung menggunakan kawat seling. Seolah-olah, menganggap bahwa kematian ibunya bukan karena dibunuh, tetapi gantung diri.(agp/jon) 

Berita Lainnya :