magista scarpe da calcio Napi Selundupkan Sabu


Napi Selundupkan Sabu

 
MALANG – Mohamad Saroni alias Cebol, 24 tahun, tahanan LP Lowokwaru tampaknya merasa hukuman 6 tahun karena kasus narkoba masih terlalu ringan. Buktinya, Cebol masih berani menyelundupkan narkoba dari luar penjara walaupun dia sudah menjadi tahanan LP Lowokwaru.
Akibat perbuatannya, Saroni kini kembali menjalani persidangan di PN Malang karena berani membawa sabu-sabu dari luar penjara. Kepala Keamanan LP Lowokwaru, Sarwito menyebut Saroni terpergok membawa sabut saat patroli sipir.“Benar, dia tertangkap di dalam lapas membawa narkoba. Langsung kami amankan dan kami laporkan ke Satnarkoba Polres Makota,” kata Sarwito kepada wartawan.
Modus penyelundupan sabu-sabu oleh Saroni dijelaskan oleh jaksa Kejari Malang, Trisnaulan Arisanti SH dalam berkas dakwaan 493/Pid.Sus/2017/PN Mlg. Dalam dakwaannya, Trisnaulan membeberkan, Saroni penghuni kamar 19 blok 12 LP Lowokwaru, mengirim SMS kepada pengedar bernama Fandi.
Peristiwa ini terjadi pada September tahun 2016 lalu. Saroni berniat membeli sabu seberat 1 gram dengan harga Rp 1,2 juta. Fandi lalu meminta Saroni transfer uang ke rekening BCA. Setelah uang diterima, Fandi mengirimkan sabu-sabu dengan cara melemparnya dari luar tembok penjara.
Rabu 14 September 2016 sekitar pukul 08.30 WIB, Saroni memeriksa samping tembok blok 12 sebelah dapur. Dia menemukan satu gulung plastik warna hitam yang berisi batu dan satu klip plastik sabu. Dengan diam-diam, Saroni yang dulunya buruh pabrik ini menyembunyikan sabu-sabu di dalam bungkus rokok yang ditempelkan di kamar sel.
Upayanya menyelundupkan sabu terbongkar oleh petugas sipir yang mencium gerak-gerik mencurigakan dari Saroni ketika patroli rutin. Saat digeledah, sipir menemukan 3 plastik sabu dan 1 butir pil ekstasi. Sipir LP Lowokwaru juga menyita satu alat penghisap sabu atau bong dari kamar selnya.
Berkas warga dusun Mojorejo RT 06 RW 06 Gempol Pasuruan ini, ditangani oleh Satnarkoba Polres Makota. Setelah P21, berkasnya dilempar ke Kejaksaan Negeri Malang dan didaftarkan di PN Malang pada awal September 2017 lalu. Saroni sudah menjalani dua kali persidangan, dengan jadwal pemeriksaan saksi penuntut umum, pada hari Rabu 11 Oktober 2017.
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tutup Trisnaulan, dalam berkas dakwaannya.(fin/jon)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang