Nyalakan Korek Api, Balon Maba Meledak

 
MALANG – Puluhan balon helium meledak dalam seremoni upacara student day mahasiswa baru angkatan 2017 Universitas Muhammadiyah Malang pagi kemarin. Dalam upacara pukul 08.00 WIB di helipad UMM, lima belas mahasiswa di sekitar ledakan mengalami luka bakar. Mereka dilarikan ke RS UMM untuk mendapatkan perawatan.
Kabag Humas UMM, Rina Wahyu Setyaningrum mengatakan bahwa ledakan terjadi karena ada maba yang mencoba memutus tali balon dengan nyala korek api.
“Tiap seremoni Student Day, selalu ada pelepasan balon. Tadi ada beberapa titik yang akan melepaskan balon helium, termasuk kumpulan balon di helipad yang akan dilepas oleh rektor UMM,” kata Rina kepada wartawan, ditemui di rektorat malam kemarin.
Pelepasan balon dilakukan secara bersama-sama, didahului oleh pengguntingan tali balon oleh rektor UMM. Setelah itu, balon-balon lain di sekitar lapangan, diputus talinya oleh petugas dari UKM Pramuka kampus. Namun, sekelompok mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis UMM ingin mengambil balon yang akan dilepas ke udara.
“Oleh petugas Pramuka dilarang, karena memang Standar Operasional Prosedur, hanya petugas dari UKM Pramuka yang bisa melepas balon dengan menggunting talinya. Ada maba yang mau mengambil balon, dengan cara menyulut tali balon pakai nyala korek api,” jelas Rina. Tak disangka-sangka, nyala korek api itu menyambar gas helium yang ada di dalam balon.
Secara beruntun dan hampir bersamaan, nyala api tersebut menyulut balon-balon lain yang harusnya dilepas. Dengan cepat, gas helium berubah menjadi ledakan dan mengejutkan para mahasiswa yang sibuk merekam pelepasan balon. Dalam akun Instagram @sandimeidias, maba FEB UMM tampak masih bertepuk tangan dan bersorak ketika balon dilepas ke udara.
Tapi, beberapa saat kemudian, sorak sorai itu berubah menjadi teriak ketakutan karena ledakan api menyambar 15 mahasiswa. Rina menyebut bahwa pihaknya sudah menegaskan ada SOP sehingga memutus balon helium dengan korek api adalah hal yang salah. Pihaknya masih mendalami kejadian ini.
“Kalau memang ini ketidaksengajaan, ya kita hanya memberi peringatan saja. Kalau ada kesengajaan, kita bisa berikan sanksi tegas,” tambahnya.
Setelah ledakan terjadi, acara Student Day sendiri masih berjalan hingga selesai tanpa hambatan. Sementara itu, dari data yang dihimpun, 15 mahasiswa korban ledakan helium sudah pulang sejak pukul 14.00 WIB siang kemarin.
Yaitu, Amri Rahmadani, Dwi Anjasmoro, Tacha Fernando, Miftahul Huda, Nizky Kurniawan, Samsul Arifin, Wahyu Eko, Reno Ambar, Eko Yulianto, Novianto, Aryandi Ega, Fredo Dafa, M Irfan, Reza Pahlepi dan M Faris Firmansyah. Rina menyebut para maba ini akan tetap menjalani perkuliahan seperti biasa.
“Kata dokter tadi sudah tidak ada masalah sehingga mereka bisa pulang. Tidak ada yang perlu rawat inap, sehingga bisa kuliah seperti biasa,” tambah Rina.
Perawat RS UMM, Rifki Harni 25 tahun menyebut bahwa para pasien masuk ke ruang IGD sekitar pukul 09.00 WIB dan menerima perawatan.
“Sekitar jam sembilan masuk, siang sudah keluar. Kebanyakan luka bakar ringan,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :